Debat Bahasa Inggris, Menang Kalah Bukan Ukuran

SENIN, 6 MARET 2017

MAUMERE — Pada zaman sekarang orang berlomba-lomba memanfaatkan sumber daya manusia untuk menguasai ilmu pengetahuan termasuk menguasai bahasa Inggris sehingga siapa yang berkualitas dia menguasai dimensi pembangunan dan juga akan menjadi orang terhebat dalam pembangunan.

Wakil Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar bersama ketua panitia, usai membuka kegiatan debat bahasa Inggris.

Demikian disampaikan wakil bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar saat membuka kegiatan debat bahasa Inggris dan workshop antar guru dan dosen tahun 2017 di aula Nawacita Universitas Nusa Nipa (Unipa) Senin (6/3/2017).

“Dalam setiap kegiatan debat bahasa Inggris tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang, tapi yang menentukan dia kalah atau menang bagaimana seorang peserta debat menguasa bahasa Inggris secara baik dan benar,” tegasnya.

Selain itu kata Nong Susar, manusia tidak hanya memiliki kepintaran semata tapi manusia harus memiliki budi pekerti yang baik. Sebab dengan budi pekerti yang baik dia akan menjalankan segala pekerjaan dengan baik dan bisa bersosialisasi serta diterima oleh masyarakat.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka, saya menyampaikan profisiat kepada pengurus dan panitia atas diselenggarakannya kegiatan workshop pada hari ini yang merupakan hal baru dan sangat bermanfaat bagi peningkatan sumber daya manusia,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala UPT wilayah XI untuk Kabupaten Sikka, Flotim dan Lembata,  Dinas  Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, Joaquin Andre Q. Silva,S. Sos, M.Si, mengatakan, debat adalah proses komunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat setiap orang.

“Dengan debat, setiap orang akan menyatakan argumen dan memberi alasan dengan syarat tertentu agar pihak lawan berdebat atau pihak yang mendengar perdebatan itu bisa memihak padanya,” tuturnya.

Debat, lanjut Andre, sapaannya, adalah bagaimana orang berpikir kritis dan memberikan analisis khusus sehingga kemampuan public speaking dan bahasa Inggris harus tetap diasah.

Peserta debat bahasa Inggris yang berlangsung di aula Unipa Maumere.

Selain itu sambungnya, dengan dilaksanakan workshop pada hari ini dirinya berharap agar dapat membuka wawasan guru dan dosen terlebih bagi peserta yang memiliki kealihan di bidang bahasa Inggris agar bisa bersaing dengan daerah-daerah lain di provinsi NTT dan Indonesia.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...