BCA Syariah Bukukan Laba Bersih Rp153,8 Miliar sepanjang 2023

JAKARTA | dwipanees – PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) membukukan laba bersih senilai Rp153,8 miliar pada 2023 dari tahun sebelumnya (Year or Year/YoY)  Rp117,6 miliar. Capaian ini melonjak 30,8 persen secara tahunan.

Kinerja tersebut ditopang oleh pembiayaan BCA Syariah yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 18,8 persen menjadi Rp 9 triliun pada 2023 dari sebelumnya Rp7,6 triliun pada tahun 2022.

Capaian kinerja tersebut disampaikan Presiden Direktur Yuli Melati Suryaningrum, dalam media update Pemaparan Kinerja BCA Syariah 2023 di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Selasa (5/3/2024).

“Kinerja BCA Syariah 2023 raih laba bersih Rp Rp153,8 miliar atau melonjak 30,8 persen secara tahunan,” ujar Yuli.

Direktur BCA Syariah Pranata menambahkan peningkatan laba ditopang oleh akselerasi penyaluran pembiayaan yang tetap menerapkan prinsip kehati-hatian sehingga kualitas pembiayaan terjaga dengan baik dan akuisisi customer base khususnya nasabah CASA, serta manajemen aset dan liabilitas yang berimbang.

“Tahun 2023,  total aset BCA Syariah mencapai Rp 14,5 triliun meningkat 14,2 persen dibanding tahun sebelumnya,” ujar Pranata.

Pertumbuhan aset ini, jelas dia, didukung dengan penghimpunan DPK (Dana Pihak Ketiga) yang mencapai Rp 10,9 triliun tumbuh 15,5 persen YoY dan penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp 9 triliun, tumbuh 18,8 persen YoY. Dan seiring dengan penyaluran pembiayaan yang meningkat, kualitas pembiayaan juga terus terjaga rendah.

“Di mana, rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) bruto tercatat sebesar 1,04 persen dari 1,42 persen dan neto sebesar nol persen dari sebelumnya 0,01 persen,” imbuhnya.

Adapun rasio keuangan lainnya menurut Pranata,  juga menunjukkan perfoma kuat BCA Syariah pada 2023. Yakni tercatat Return on Asset (ROA) dan Return of Equity (ROE) menunjukkan pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya, berturut-turut mencapai sebesar 1,5 persen dan 5,2 persen.

Kinerja BCA Syariah yang baik ini juga ditopang oleh efisiensi operasional bank. Ini tercermin dari BOPO yang yang berada pada posisi 78,6 persen atau membaik dari posisi yang sama di tahun sebelumnya.

Strategi untuk mencapai pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan, di antaranya dilakukan dengan mempercepat pertumbuhan jumlah nasabah khususnya pada dana murah (Current Account Saving Account/CASA).

Untuk mendukung hal tersebut, Pranata mengatakan, BCA Syariah mengakselerasi adopsi teknologi pada produk dan layanan yang dimiliki serta melakukan modernisasi pada infrastruktur TI.

“Modernisasi TI  ini mampu menjaga komposisi CASA pada 38,1 persen dari total DPK mencapai Rp 4,2 triliun,” ujarnya.

Dalam modernisasi pada infrastruktur TI, jelas Pranata, BCA Syariah meluncurkan fitur baru yaitu Pembukaan Rekening Online melalui BCA Syariah Mobile.

“Fitur baru ini solusi merupakan wujud nyata dari upaya kami dalam mendengarkan kebutuhan masyarakat untuk mengkases  layanan BCA Syariah. Alhamdulillah, layanan  ini disambut baik oleh masyarakat sehingga turut meningkatkan jumlah nasabah hingga 170,1 persen,” kata Pranata.

Menurutnya, ke depan perseroan akan menaikkan jumlah CASA dengan terus mengakselerasi adopsi teknologi pada produk dan layanan, termasuk pembukaan rekening online BCA Syariah.

Adapun fungsi intermediasi perusahaan tecermin baik dengan rasio penyaluran dana (FDR) yang meningkat, mencapai 82,3 persen. Komposisi pembiayaan terbesar terdapat pada segmen pembiayaan komersial yaitu 70,7 persen dari total pembiayan sebesar Rp 6,3 triliun.

Sedangkan dilihat dari pertumbuhannya, pembiayaan konsumer mencapai pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan segmen pembiayaan lainnya yaitu sebesar 95,3 persen YoY, mencapai Rp 821 miliar.

Lihat juga...