MINGGU, 26 MARET 2017
YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Bidang kesehatan masyarakat, juga menjadi salah satu fokus pemberdayaan Posdaya Ngijo, Srimulyo, Piyungan, Bantul. Berbagai kegiatan di bidang kesehatan digelar rutin guna meningkatkan kualitas hidup warga dusun. Terutama bagi lansia, yang kini di Dusun Ngijo terdapat sekitar 170 lansia dari total 232 Kepala Keluarga.
![]() |
| Senam bersama antar warga Dusun Ngijo |
Penggerak bidang kesehatan Posdaya Ngijo, Sudiyati (67), menuturkan para kader selalu berupaya meningkatkan kesehatan warga melalui program Posyandu Lansia maupun Balita yang sudah ada sebelumnya. Melalui program Pemerintah ini, Posdaya Ngijo rutin melakukan pengecekan kesehatan bagi para lansia maupun balita setiap bulan sekali. Bagi Dusun Ngijo, kesehatan bagi para lansia menjadi penting, mengingat di dusun itu ada sekitar 170 warga lansia dari total 232 Kepala Keluarga.
Pengecekan kesehatan dilakukan bekerjasama dengan Pemerintah Desa maupun Puskesmas. Mulai dari pemantauan berat badan, pemantauan gizi balita, pemeriksaan tensi bagi lansia, pemeriksaan kadar darah, dan sebagainya. Tak hanya sekedar pemeriksaan kesehatan, setiap warga yang dinilai mengalami kondisi kurang sehat akan diberikan obat gratis atau dirujuk ke Puskesmas. “Pemeriksaan dari Puskesmas itu dilakukan dua bulan sekali, sementara dari pemerintah dusun dilakukan setiap satu bulan sekali. Dari pihak penggerak Posdaya juga melakukan pemeriksaan, karena kebetulan ada penggerak Posdaya yang merupakan pegawai Puskesmas, sehingga kita manfaatkan,” kata Sudiyati, saat ditemui belum lama ini.
Selain memaksimalkan program Posyandu Lansia dan Balita, Posdaya Ngijo juga menjalankan sejumlah program yang sebelumnya belum ada. Di antaranya, Bina Keluarga Lansia (BKL). Melalui program ini, para lansia diberikan sosialisasi maupun pemahaman dan pelatihan untuk selalu menjaga kesehatan. Sosialisasi itu dilakukan oleh para kader Posdaya yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan di tingkat desa atau kecamatan. “Jadi, setelah mendapat pelatihan, para kader menularkannya kepada warga,” katanya.
Melalui program Bina Keluarga Lansia, Posdaya Ngijo juga rutin melakukan kegiatan senam lansia yang digelar seminggu sekali pada hari Jumat. Setiap satu tahun sekali, Posdaya Ngijo juga menggelar kegiatan refreshing atau rekreasi bagi para lansia, dengan mengunjungi tempat wisata di luar kota. Melalui sejumlah kegiatan itu, diharapkan para lansia dapat hidup sehat dan bahagia. “Jadi, setiap senam itu warga menabung Rp3.000 sekali datang. Jika sudah terkumpul dalam setahun, hasilnya digunakan untuk kegiatan refreshing,” katanya.
Program lain di bidang kesehatan yang dibuat Posdaya Ngijo adalah Kelompok Pendukung Ibu. Program ini lebih dikhususkan bagi warga yang merupakan ibu-ibu yang memiliki anak di bawah umur 6 bulan. Selain diberikan penyuluhan-penyuluhan tentang cara menjaga kondisi ibu dan anak agar selalu sehat, melalui program itu Posdaya Ngijo juga rutin memberikan bantuan makanan tambahan (BMT). “Bantuan makanan tambahan ini diberikan saat pemeriksaan kesehatan atau penimbangan dan diberikan pula kepada para lansia. Dananya berasal dari Dana Desa. Jika tidak ada ibu-ibu yang memiliki anak di bawah usia enam bulan, maka akan diberikan kepada ibu-ibu dengan anak usia di bawah satu atau dua tahun,” jelasnya.
Di luar kegiatan rutin, Posdaya Ngijo juga kerap menggelar kegiatan tentatif di bidang kesehatan. Misalnya, menggelar kegiatan senam bersama atau jalan sehat melibatkan semua warga dusun. Kegiatan semacam ini biasanya digelar pada momen tertentu seperti peringatan hari ibu, peringatan hari kemerdekaan dan sebagainya. “Keberadaan Posdaya jelas sangat memberikan banyak manfaat. Jika sebelumnya kegiatan hanya sebatas pada Posyandu, setelah ada Posdaya banyak sekali program baru yang dibuat. Sehingga upaya peningkatan kesehatan warga menjadi semakin lebih tertata, dan semakin meluas. Kita para kader juga menjadi lebih bersemangat memberdayakan warga,” katanya.
Keberhasilan Dusun Ngijo dalam memajukan bidang kesehatan melalui Posdaya, bahkan telah meraih prestasi yang membanggakan. Pada 2005, Dusun Ngijo meraih Juara II dalam Lomba Bina Keluarga Lansia tingkat provinsi DIY dan Juara V Lomba Bina Keluarga Remaja. “Dusun kita juga kerap menjadi lokasi studi banding daerah lain. Dan, setiap kali ada kunjungan seperti itu kita akan selalu menampilkan kegiatan yang dilakukan para lansia maupun Ibu-ibu Posyandu. Mulai dari pentas seni, hingga kegiatan penimbangan dan pengecekan kesehatan, sehingga pengunjung bisa melihat sendiri,” katanya.
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana