Melalui Edukasi, LPPM Universitas Pancasila Dukung Kemandirian Ekonomi Masyarakat

SELASA 7 MARET 2017

JAKARTA—Memberi Kail Bukan Ikan.  Demikian ungkapan yang pas dan seharusnya bagi sebuah program pemberdayaan masyarakat.  Program  bukan sebatas memberikan mereka uang dalam jumlah tertentu, akan tetapi bagaimana memberi sesuatu kepada masyarakat sebagai kail bagi mereka dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

 Dra. Hj. Dewi Trirahayu, MM, Ketua LPPM Universitas Pancasila.

Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pancasila Dra Hj Dewi Trirahayu  kerja sama lembaganya  dengan Yayasan Damandiri dalam meluncurkan program Tabungan Kredit Pundi Sejahtera, atau Tabur Puja, adalah salah satu fokus perhatian lembaganya. 

Kerja sama jangka panjang tersebut diyakini LPPM sebagai langkah pemberdayaan ekonomi keluarga yang efektif. Masyarakat diedukasi untuk menata gerak maju roda ekonomi keluarga masing-masing secara mandiri. Mereka akan melewati ujian dimana masing-masing keluarga nantinya harus fokus dalam meningkatkan taraf hidup melalui usaha mikro yang dijalankan.Tabur Puja memberi kesempatan pinjaman bunga ringan 1,5 persen kepada masyarakat, tanpa agunan.

“Melalui Pos Pemberdayaan keluarga atau Posdaya binaan kami, Tabur Puja coba direalisasikan. Namun sebelumnya masing-masing Posdaya akan kami beri pembinaan terlebih dahulu tentang apa dan bagaimana Tabur Puja itu, sampai siapa saja yang bisa mendapatkannya,” imbuh Dewi.

Siapa saja yang bisa ikut dalam program Tabur Puja, sampai hak dan kewajiban anggota adalah titik berat edukasi LPPM Universitas Pancasila di lapangan. Untuk melaksanakan tugas edukasi, LPPM bersinergi dengan Koperasi Sudara Indra sebagai penanggung jawab aliran dana simpan pinjam Tabur Puja di wilayah DKI Jakarta.

Dalam Tabur Puja, masing-masing Posdaya dibentuk dalam satu kelompok berjumlah 100 orang anggota dengan total dana kelola sebesar Rp200 Juta, dan masing-masing anggota mendapat pinjaman modal usaha mikro sejumlah Rp2 Juta tanpa agunan apapun.

“Tujuan dari program Tabur Puja hanya satu, yakni memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka secara mandiri, sesuai dengan tujuan Yayasan Damandiri, itulah prinsip yang dipegang LPPM Universitas Pancasila,” sambung Dewi menambahkan.

Untuk pelaksanaan di lapangan, staf ahli LPPM Universitas Pancasila, Farida Yusni N, SH, mengatakan bahwa LPPM hanya memberikan edukasi bagaimana masyarakat melakukan peminjaman sampai membentuk karakter pengembalian simpanan tersebut.

“ Intinya kami melaksanakan proses edukasi dan pelatihan, dengan mengawalinya dengan penelitian mendalam di lapangan terlebih dahulu tentang seberapa besar masyarakat di suatu daerah itu membutuhkan modal usaha mikro. Yang menjalankan program itu adalah Yayasan Damandiri dengan Koperasi Sudara Indra,” sebut Farida.

Kembali sinergi civitas akademika berjalan dengan baik, karena LPPM dibantu juga para dosen Universitas Pancasila dalam program edukasi Tabur Puja. “ Tujuh fakultas bersinergi dalam mensukseskan langkah LPPM, sangat luar biasa,” imbuh Farida.

Hingga saat ini, sudah 33 Posdaya Tabur Puja mandiri binaan Yayasan Damandiri yang diedukasi LPPM Universitas Pancasila untuk wilayah DKI Jakarta. Sistem yang digunakan dalam Posdaya Tabur Puja mandiri adalah sebuah sistem pengelolaan dana simpan pinjam yang dikelola sendiri oleh Posdaya bersangkutan.

“Perkembangannya sejauh ini cukup baik, anggota Tabur Puja bisa memanfaatkan pinjaman untuk meningkatkan pendapatan keluarga masing-masing, sekaligus menjaga cara pengembalian pinjaman dengan baik. Itulah hasil pemberdayaan LPPM Universitas Pancasila dalam konteks kerja sama kami dengan Yayasan Damandiri,” pungkas Farida.

Menanggapi apa yang disebutkan LPPM Universitas Pancasila, Manager Tabur Puja dari Koperasi Sudara Indra, Heri Haryadi, SE, mengungkapkan bahwa benar adanya sinergi LPPM sangat membantu pihaknya dalam menangani Tabur Puja. Dengan begitu, LPPM juga dianggap ikut menggerakkan ekonomi mikro masyarakat sebagai kail menuju sejahtera.

“Dalam konteks Tabur Puja, LPPM Universitas Pancasila juga berhasil melakukan edukasi tentang bagaimana menabung, meminjam dan mencicil pinjaman tersebut. Kami merasa sangat terbantu dan masyarakat juga semakin memahami hak dan kewajiban mereka. Artinya, masyarakat perlahan menuju kesejahteraan dengan sebuah proses, bukan instan,” sebut Heri kepada Cendana News.

Jurnalis: Miechell Koagouw/Editor:  Irvan Sjafari/Foto: Miechell Kougaw

Lihat juga...