SENIN, 13 MARET 2017
YOGYAKARTA — Aparat kepolisian terus berupaya memburu para pelaku kekerasan yang melibatkan remaja dan pelajar atau biasa disebut aksi ‘Klitih’ di Yogyakarta.
![]() |
| Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri |
Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri menyatakan, pihaknya masih memburu identitas para pelaku yang hingga saat ini masih belum diketahui. Proses penyelidikan sendiri terkendala minimnya keterangan yang didapat dari sejumlah saksi.
“Informasi mengenai pelaku yang kita ketahui baru pada kendaraan yang digunakan, yakni motor trail. Identitasnya masih belum. Karena informasi dari sejumlah saksi termasuk kakak korban, juga belum begitu jelas,” katanya di Jogja Expo Center, Senin (13/3/2017).
Kapolda sendiri menyatakan masih fokus melakukan pencarian identitas pelaku dengan memanfaatkan kamera CCTV yang terpantau di sejumlah titik lokasi. Ia sendiri berharap dengan adanya rekaman tersebut dapat memudahkan identifikasi setiap kasus yang terjadi.
“Kita fokus melakukan pencarian identitas pelaku dengan memanfaatkan CCTV yang ada. Karena kita bisa melihat rombongan pengendara dengan jenis kendaraan yang sudah kita ketahui, melintas dimana saja,” katanya.
Dugaan sementara pelaku lebih dari satu orang, dengan menggunakan beberapa kendaraan bermotor jenis trail. Sementara eksekutor pembacokan diperkirakan hanya satu orang.
Sebagaimana diketahui aksi kekerasan yang melibatkan remaja dan pelajar di malam hari atau biasa disebut aksi klitih kembali terjadi pada Minggu (12/03/2017) dini hari. Aksi berupa pembacokan itu mengakibatkan salah seorang pelajar siswa SMP Piri 1 Yogyakarta bernama Ilham Bayu Fajar (17) warga Jalan Gedongkuning Selatan, Banguntapan, Bantul, tewas.
Akibat aksi kekerasan yang terjadi di kawasan Jalan Kenari, Yogyakarta itu, korban diketahui mengalami luka bacokan. Meski sempat dilarikan ke Rumahsakit Hidayatullah Yogyakarta, namun tak tertolong dan tewas saat dalam perjalanan.
Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Jatmika H Kusmargana