Mudahkan Akses Pengangkutan Hasil Perkebunan, Warga Kayu Tabu Swadaya Bangun Jalan

SENIN 13 MARET 2017

LAMPUNG — Perkebunan masyarakat Dusun Kayu Tabu Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni mememiliki berapa potensi beragam. Sayangnya, masih terkendala akses jalan untuk distribusi hasil perkebunan tersebut. 

Warga Dusun Kayu Tabu menyiapkan material untuk pembuatan akses jalan perkebunan.
Menurut Kepala Dusun atau ketua Rukun Warga (RW) Dusun Kayu Tabu, Samsul Maarif (30) hasil perkebunan di Dusun Kayu Tabu di antaranya jagung, pisang, kelapa, petai, cabai  Jawa, cabai rawit, buah alpukat serta berbagai jenis hasil perkebunan bernilai ekonomis tinggi. 
Samsul Maarif menegaskan potensi tersebut dalam beberapa tahun terakhir terkendala infrastruktur jalan setapak yang sebagian masih terbuat dari batu belah serta jalan tanah. Jalan ini sulit dilintasi saat kondisi musim penghujan.

Prihatin dengan kondisi tersebut, mayoritas warga yang memiliki perkebunan di wilayah Dusun Kayu Tabu sepakat melakukan upaya swadaya dengan melakukan gotong royong membangun akses jalan di beberapa titik yang rusak.

Sebelum proses pembuatan akses jalan setapak yang bisa dilalui kendaraan roda dua tersebut Samsul  berkoordinasi dengan beberapa ketua rukun tetangga (RT) untuk mencari solusi terbaik bagi kemudahan warga melakukan pengangkutan dan distribusi hasil pertanian.

Setelah disepakati proses pengerjaan akan dilakukan secara swadaya baik sumber dana maupun tenaga kerja, proses swadaya pembuatan akses jalan bisa dikerjakan dan beberapa titik mulai dibangun jalan dengan sistem rigid.

“Warga kami mayoritas  pekebun sehingga kami memiliki tanggungjawab dan rasa memiliki akses jalan,sementara beberaap titik jalan rusak dan sangat mengganggu aktivitas kami dalam pengangkutan menggunakan kendaraan roda dua,” terang Kepala Dusun Kayu Tabu Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni, Samsul Maarif, saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (13/3/2017).

Berdasarkan kesepakatan warga dan musyawarah bersama dari sekitar 100 lebih kepala keluarga (KK) ungkap Samsul Maarif, sumbangan atau peran serta warga dibuka untuk proses pembelian material berupa semen dan pasir. Sebagian menyumbangkan material bangunan berupa batu dan material bangunan lain berupa besi untuk beberapa titik yang perlu mendapat penguatan. 

Titik yang mendapat penguatan  jalan yang memiliki kontur tanjakan dan turunan karena selama ini selalu tergerus air saat musim penghujan. Selama pengerjaan akses jalan tersebut yang dikerjakan secara terus menerus sembari menunggu material tambahan, 
Samsul Maarif mengungkapkan swadaya masyarakat telah berhasil membangun akses jalan dengan sistem rigid beton sepanjang 700 meter. Sementara rencana ruas jalan perkebunan yang akan dikerjakan pada tahap selanjutnya menurut Samsul Maarif masih sepanjang 700 meter lagi. 
Swadaya tersebut terang kepala dusun muda tersebut karena saat ini sebagian pemilik kebun tengah melakukan panen raya jagung, kakao serta buah alpukat dan pisang. Karena sedang panen  sebagian besar warga bisa memberikan bantuan berupa dana, tenaga kerja serta material.

“Sifatnya sukarela dan tidak ada paksaan sumber dana dari masyarakat, dikerjakan masyarakat dan jalan dengan kualitas yang dikerjakan langsung oleh masyarakat kita buat berkualitas,” beber Samsul Maarif.

Lanjut Samsul bantuan dan upaya swadaya masyarakat dilakukan mengingat porsi anggaran dari Dana Desa (DD) yang dipergunakan untuk infrastruktur lebih diprioritaskan untuk jalan jalan utama desa. Sementara khusus untuk akses jalan perkebunan dan akses ke lokasi wisata Bukit Mega Kuning, Bukit Pematang Malang, Bukit Pematang Tumpang serta  beberapa destinasi wisata lain sedang dibahas untuk pengembangan selanjutnya dan perbaikan akses jalan.

Sementara itu salah satu warga yang berprofesi sebagai pekebun di Dusun Kayu Tabu, Ardyanto (45) mengaku mendukung langkah dusun untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan akses perkebunan dengan sistem swadaya. Dia menyebut dengan mobilitas yang tinggi para pekebun dan menggunakan satu satunya akses jalan utama yang hanya selebar sekitar satu meter. 

Dengan lebar seperti itu belum bisa dilalui kendaraan roda empat memerlukan penanganan khusus dari pihak dusun. Akses yang sempit dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua tersebut saat ini sangat diperlukan oleh para pengojek jagung, pengojek pisang sebab selama ini kondisi jalan perkebunan masih berupa jalan tanah.

“Saya sendiri sebagai warga merasa memiliki akses jalan tersebut dan dengan swadaya masyarakat kita tahu kualitas jalan yang dikerjakan, kalau rusak kita perbaiki lagi secara gotong royong,”terang Ardyanto yang memiliki areal perkebunan kakao di wilayah tersebut.

Akses jalan yang lancar untuk pengangkutan hasil bumi tersebut diakui Ardyanto selain bisa meningkatkan perekonomian masyarakat pemilik kebun juga memberi kemudahan bagi sektor lain yang menggantungkan dari hasil perkebunan. Sektor lain tersebut seperti para tukang ojek jagung (unjal jagung), ojek pisang, kelapa yang memperoleh penghasilan dengan menjual jasa angkut kepada para pemilik kebun yang sedang melakukan panen hasil perkebunan.

Bahu membahu memperbaiki akses jalan warga Dusun Kayu Tabu Desa Kelawi Bakauheni.
 Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Lihat juga...