MINGGU, 5 MARET 2017
LAMPUNG — Puluhan anak-anak usia Sekolah Dasar, terlihat riang mengikuti beberapa permainan dan perlombaan yang digelar di sebuah lokasi di bekas lapangan bola voli Dusun Waras Jaya, Desa Mekar Mulya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (5/3/2017). Beberapa anak terlihat asyik mengikuti lomba makan kerupuk serta berbagai permainan lain yang dipandu oleh beberapa relawan. Acara itu sengaja digelar oleh seorang gadis di desa tersebut, Nanda Riski Rahmasari (18).
![]() |
| Anak-anak antusias belajar di Saung Belajar. |
Menurut Nanda, demikian ia dipanggil, kegiatan itu rutin dilakukan pada setiap hari Minggu, setelah anak-anak itu dalam sepekan mengikuti bimbingan belajar (bimbel) pada setiap hari Selasa, Kamis, Jumat dan Minggu, dengan mata pelajaran seperti Matematika, Bahasa Inggris, dan menulis. Khusus pada hari Minggu, Nanda sengaja menggelar kegiatan belajar yang lebih menyenangkan, untuk memberi semangat bagi anak-anak yang sebagian besar merupakan anak para petani desa setempat.
“Sepekan pada hari biasa, puluhan anak-anak yang rata-rata usia sekolah dasar itu rutin mengikuti bimbingan belajar. Khusus pada hari Minggu, kita kemas dengan permainan dan perlombaan, agar anak-anak lebih semangat, tak sekedar belajar formal,” ungkap Nanda, yang dikenal pula sebagai pengajar bimbingan belajar dan sekaligus penggagas Saung Belajar di Desa Mekar Mulya.
Nanda mengaku, setiap pekan memberi bimbingan belajar bagi puluhan anak-anak di desa tersebut bersama Vanka Anjani (16), yang sekaligus penggagas awal kegiatan tersebut. Meski masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, dan juga ikut Vanka juga membantu memberi bimbingan belajar bagi anak-anak di Saung Belajar tersebut. Selain kegiatan belajar pada hari biasa, di Saung Belajar tersebut saat malam hari juga digunakan sebagai tempat mengaji, dan khusus pada Kamis malam digunakan untuk kegiatan pengajian ibu-ibu di dusun tersebut.
Nanda yang merupakan putri dari pasangan suami-istri, Dedi (45) dan Tety Rahmaty (40), mengaku pada awalnya tergerak untuk mendirikan Saung Belajar, karena melihat banyak anak-anak di desa tersebut belum memiliki pelajaran tambahan yang bisa diperoleh sepulang sekolah, atau menggunakan waktu pada sore hari dengan kegiatan positif.
![]() |
| Salah-satu permainan mendidik yang dilombakan. |
Selain kegiatan bimbingan belajar, Nanda juga mengadakan aktivitas membaca buku bagi anak-anak, yang bisa dilakukan di Saung Belajar, atau bisa pula di rumah masing-masing dengan membawa pulang buku-buku yang disediakannya dari koleksi Ontel Pustaka gagasan Gunawan Wirdana.
Nanda dan Vanka, mengaku, meski berada di wilayah pedesaan, hal itu tak menyurutkan niatnya untuk menularkan ilmu dan kepeduliannya kepada anak-anak usia SD, yang ternyata juga sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Antusiasme itu terlihat dari banyaknya anak-anak yang terlibat dalam kegiatan bimbingan belajar di Saung Belajar, yang sudah lama digagas dan mulai diaktifkan oleh Nanda dan beberapa relawan lain.
Khusus pada Minggu (5/3/2017), ini, Nanda mengadakan berbagai permainan untuk memotivasi anak-anak bisa belajar sambil bermain, di antaranya kegiatan belajar fisik dan kegiatan mengasah otak. Sejak pagi, anak-anak tersebut mengawali kegiatan dengan senam pagi, dilanjutkan dengan lomba pecah air, lompat ban, bulutangkis, dan kegiatan outbound halang-rintang serta beberapa kegiatan lomba lainnya seperti melukis, mewarnai, acak kata, tebak kata, menggunakan Bahasa Inggris dan berbagai permainan lain.
“Sebagian besar anak-anak kita beri kesempatan untuk aktivitas motorik dan juga mengasah kemampuan berpikir, dan semua permainan bersifat edukatif, sehingga khusus Minggu yang sekaligus hari libur kita konsep kegiatan bermain dan belajar,” ungkap Nanda.
![]() |
| Nanda Riski Rahmasari |
Dari berbagai kegiatan perlombaan itu, juga akan dipilih juaranya untuk diberikan beberapa hadiah yang bersifat edukatif, dan kebutuhan anak-anak untuk belajar. Beberapa hadiah yang diberikan antara lain, buku tulis, celengan serta alat tulis.
Sementara ini, lanjut Nanda, kegiatan belajar menggunakan saung dengan atap dari ijuk berlantaikan keramik. Untuk kegiatan bimbingan belajar, digunakan papan tulis jenis white board dan beberapa meja khusus untuk belajar. Satu bangunan saung belajar yang berada di depan rumah tersebut rencananya akan ditambah dengan bangunan saung yang terbuat dari bambu. Saat ini, anak-anak didik di Saung Belajar merupakan angkatan pertama dan akan berlanjut pada angkatan berikutnya.
Sang Ibu Nanda, Tety Rahmaty, mengaku mendukung langkah sang anak yang memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak di desanya untuk bisa menambah ilmu di sela waktu bermain. Selain memberi dampak positif bagi anak-anak di desa tersebut, sebagian siswa sekolah yang aktif belajar di sekolah juga mendapat pelajaran tambahan di Saung Belajar.
Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

