Cegah Penularan TB, Aisyiyah Balikpapan Gelar Program TOSS TB

JUMAT, 24 MARET 2017
 

BALIKPAPAN — Dalam upaya mencegah penularan dan menekan angka penyakit penderita Tuberkulosis, organisasi perserikatan Muhammadiyah Aisyiyah Kota Balikpapan melaksanakan program nasional TOSS TB: Temukan TB Obati Sampai Sembuh 2017. Pelaksanaan program ini melakukan ketuk pintu rumah warga dengan memberikan pemahaman kepada warga mengenai penyakit TB.

Pelaksanaan program ketuk pintu tiga kecamatan di Kota Balikpapan.

Koordinator Program TB Care Aisyiyah Kota Balikpapan, Dwi Kartika Sariningsih, mengatakan, program ini merupakan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dalam upaya penanggulangan penyakit TB, mengingat penyakit ini cepat menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis.

Program ini melibatkan petugas dari Puskesmas dan kader penyuluh dari Majelis Kesehatan Aisyiyah dan warga Balikpapan yang dikader, kemudian membentuk Community TB Care SSR Komite Daerah Penanggulangan Kota Balikpapan.

“Hari ini ada 48 kader yang dikukuhkan pada Community TB Care SSR ini dan mereka nantinya akan memberikan penyuluhan kepada warga mengenai penyakit TB. 48 kader ini dilatih dulu menjadi dua gelombang agar mereka tahu bagaimana cara menyuluh ke warga,” jelasnya saat ditemui usai pengukuhan di kantor Aisyiyah Balikpapan.

Dwi menjelaskan dalam program tersebut sudah dilaksanakan ketuk pintu oleh 24 kader yang berada di tiga kecamatan yakni di Kecamatan Utara, Kecamatan Tengah dan Barat. Program ketuk pintu yaitu mengetuk pintu warga dengan mendatangi rumah warga kemudian menjelaskan apa itu penyakit TB, apa saja gejalanya dan memberikan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

“Kader mendatangi rumah warga lalu menjelaskan apa itu penyakit TB, bagaimana penularannya, gejalanya apa saja. Selanjutnya menyarankan untuk melakukan pemeriksaan setelah ditemukan ada gejala batuk lebih dari dua minggu, meriang, sesak di dada dan lainnya,” terangnya, Jumat (24/3/2017).

Ia menyebutkan, program ketuk pintu untuk Kota Balikpapan ditargetkan sebanyak 1.400 rumah dan nasional sebanyak 100 ribu rumah. “Kalau di sini masing-masing kader bisa menyelesaikan ketuk pintu warga sekitar 50 hingga 60 rumah, respon warga sangat bagus ketika diberikan penyuluhan. Setelah ini kita evaluasi lagi apakah pesan tersampai dengan baik,” tandasnya.

Para kader sosialisasi TB.

Selanjutnya, setelah program ketuk pintu ini selesai kader yang sudah dikukuhkan tetap melakukan penyuluhan bahkan dengan 48 kader sudah bisa tersebar di enam kecamatan di Balikpapan. “Harapannya bisa menyentuh warga yang belum tersentuh dan warga bisa mengerti tentang penyakit TB sekaligus bisa menekan angka penderita TB,” pungkasnya.

Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti

Lihat juga...