MAUMERE—Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sikka menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka hingga minggu ke empat Februari 2017 sudah terjadi 65 kasus memantik Bupati Sikka untuk bertindak.
![]() |
| Para PNS di Sikka yang antri mengambil pembagian abate. |
Demikian hal ini disampaikan Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera, dalam amanatnya saat apel kekuatan PNS lingkup Pemkab Sikka, di halaman kantor Bupati Sikka, Senin (6/3/2017) pagi.
“Saya instruksikan agar seluruh PNS di Kabupaten Sikka menjadi motor penggerak penanganan masalah kebersihan bersama masyarakat di lingkungannya, agar penyebaran DBD oleh nyamuk dapat dibatasi sehingga DBD tidak menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB),” tegas Ansar.
Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera telah mengeluarkan Instruksi Gerakan Massal Pencegahan Penyakit DBD, dengan nomor surat Dinkes.443.42/331/III/2017 dan dibacakan saat apel kekuatan PNS. Dalam surat itu disebutkan semua lingkup kantor pemerintah harus bersih dan terbebas dari potensi yang menyebabkan nyamuk berkembang biak.
Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Dedy Benyamin, saat dikonfirmasi Cendana News usai apel menjelaskan bahwa pembagian abate akan dilakukan kepada seluruh PNS dan juga kepada masyarakat lewat petugas puskesmas.
Selain itu, Dinas Kesehatan telah menghimbau kepada masyarakat dalam berbagai sosialisasi di kantor lurah dan desa agar situasi rentan pergantian musim masyarakat meningkatkan kewaspdaan dan giat melakukan gerakan 3 M Plus yakni menguras, mengubur dan menutup serta melakukan upaya agar terhindar dari gigitan seperti memakai obat nyamuk, memakai kelambu dan lainnya.
“Melalui tenaga kesehatan kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kami juga berharap ada keterlibatan dari semua pihak sehingga dapat mencegah terjadinya KLB DBD di Kabupaten Sikka,” harapnya.
Dedy juga menambahkan, pihaknya juga telah melakukan fogging atau pengasapan di beberapa daerah seperti di Kelurahan Iligetang, Kota Uneng dan lainnya. Di kawasan tersebut terdapat pasien demam berdarah yang meninggal, lebih dari dua orang terjangkit demam berdarah, lebih dari tiga orang mengalami demam tanpa sebab, hingga terdapatnya jentik nyamuk Aedes Aegepti di kawasan tersebut.
Ada tiga kecamatan dengan kasus DBD terbanyak di Kabupaten Sikka yakni Kecamatan Alok 20 kasus ,Alok Timur 16 kasus dan Alok Barat 11 kasus.
Dalam instruksi bupati Sikka pun para PNS harus menjadi motor penggerak untuk melaksanakan gerakan 3 M Plus dilingkungan tempat kerja dan tempat tinggal.
Hadir saat apel kekuatan PNS antara lain Sekertaris Daerah Kabupaten Sikka dr. Vallent Sili Tupen,MKM, pimpinan organisasi kerja perangkat daerah (OKPD) dan PNS lingkup Pemkab Sikka yang mana usai apel dilakukan pembagian bubuk abate kepada peserta apel.
Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary