LAMPUNG—Banjir akibat luapan sungai Way Sekampung yang melanda sekitar 135 rumah warga di Desa Bandaragung Kecamatan Sragi yang meliputi Dusun Umbul Besar, Dusun Serampang, Dusun Bunut Utara dan beberapa dusun mulai surut.
![]() |
| Sebagian rumah yang masih terendam banjir di Umbul Besar Sragi. |
Banjir yang mulai kering tersebut dimanfaatkan oleh warga untuk membereskan perabotan yang ada di dalam rumah yang semula ditempatkan di lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari barang terendam air. Ahmad mengungkapkan meski sebagian besar warga telah meninggalkan tenda tenda pengungsian darurat dari tanggul penangkis meski air yang ada di dalam rumah warga belum surut. Sebagian warga terpaksa membuat tanggul tanggul darurat dari karung berisi pasir menghindari air masuk ke dalam rumah.
“Sebagian besar rumah yang mencapai puluhan jumlahnya sudah tak ada yang mengungsi karena sebagian besar sudah mulai membenahi perabotan, membersihkan lumpur yang masuk rumah dan mulai beraktivitas seperti biasa,” ungkap Ahmad ketua RT 3 Dusun Umbul Besar saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (6/3/2017).
Ahmad menuturkan sebagian warga mulai menguras sumur dari genangan air, sementara sebagian warga lain masih tergantung dari air bersih yang dibeli dengan menggunakan galon dan blong (tempat penampungan air bersih). Kebutuhan akan air bersih yang dipasok oleh para sukarelawan menurut Ahmad sudah dihentikan beberapa hari lalu, karena sebagian warga sudah bisa memenuhi kebutuhan akan air bersih dengan cara membeli dan meminta air dari pemilik sumur yang sudah tidak terendam air.
![]() |
| Ahmad ketua RT 03 Dusun Umbul Besar Desa Bandaragung. |
Surutnya air banjir limpasan air sungai Way Sekampung tersebut juga mulai dimanfaatkan oleh Suminah (45) yang mulai membersihkan rumah dan mencuci pakaian yang terendam banjir. Beruntung pada bagian kamar mandi dan sumur miliknya dipondasi lebih tinggi sehingga kebutuhan akan air bersih untuk mandi dan mencuci masih bisa dipenuhi dengan menimba air, namun khusus untuk kebutuhan memasak dan minum Suminah mengaku masih harus membeli air bersih dan sebagian mengandalkan dari bantuan relawan.
“Kalau air banjir yang masuk ke rumah sudah surut karena pondasi lebih tinggi tapi yang di bagian halaman masih tergenang air dan aktivitas di luar masih terganggu,” terang Suminah sembari mencuci pakaian.
Kebutuhan akan air bersih yang sudah tidak banyak bagi para korban banjir di Dusun Umbul Besar dibenarkan oleh Priyo Prakoso, Ketua Paguyuban Pengendara Lintas Timur Sumatera (P2LTS). Dia mengaku setiap tiga hari sekali relawan mengirimkan sebanyak 2 mobil berisi galon air mineral untuk minum dengan jumlah sekitar 60 galon permobil atau sekitar 120 galon sekali pengiriman selama beberapa kali. Namun sejak Minggu (5/3/2017) warga sudah meminta bantuan dihentikan sementara karena sebagian warga sudah bisa memenuhi kebutuhan air bersih.
“Selain itu akses masuk ke pemukiman warga melalui tanggul sudah mulai sulit karena hujan dan jalan licin, sementara akses utama jalan aspal masih terendam banjir cukup dalam,” ungkap Priyo Prakoso.
Pantauan Cendana News, meski sebagian warga telah melakukan aktivitas seperti biasa, namun sebagian jalan dusun masih terendam banjir. Meski surut sebagian warga yang tinggal di dekat sungai Way Sekampung tersebut masih mengantisipasi jika terjadi banjir lagi.
![]() |
| Relawan masih membagikan air bersih untuk warga terimbas banjir. |
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi

