SENIN, 6 MARET 2017
SLEMAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, mengimbau masyarakat agar tetap mewaspadai potensi bencana berupa angin kencang dan tanah longsor yang diprediksi akan terjadi hingga bulan Mei mendatang. Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Suprianto, meminta warga agar melakukan upaya antisipasi baik memotong ranting-ranting pohon, menguatkan atap, dan bangunan rumah atau pun upaya lainnya untuk mengurangi dampak bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
![]() |
| Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Suprianto. |
“Kita mengimbau agar warga berhati-hati saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Diharapkan agar warga tidak berkendara, lebih baik agar berhenti dan tidak melintasi pepohonan. Sebisa mungkin mencari tempat aman untuk berlindung. Namun jangan memilih tempat-tempat yang rawan, seperti bawah pohon besar, baliho atau semacamnya, karena dikhawatirkan justru akan tumbang,” katanya, Senin (06/03/2017).
Menindaklanjuti seringnya bencana yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, BPBD Sleman bahkan juga telah menggelar rapat koordinasi darurat banjir dan tanah longsor di kantor BPBD Sleman, Senin (06/03/2017). Rakor dilakukan sebagai tindak lanjut penanganan sekaligus antisipasi ke depan. Melalui rakor ini BPBD Sleman juga berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Satpol PP, BMKG, Dinas PU maupun pihak lainnya.
“Potensi bencana akibat cuaca ekstrem baik berupa angin kencang, banjir maupun longsor masih sangat mungkin terjadi hingga bulan Mei mendatang. Karena musim penghujan masih akan berlangsung hingga sekitar bulan April. Menasuki masa pancaroba perubahan musim pada Mei nanti. Kita harapkan warga masyarakat dapat mewaspadai dan mengantisipasi hal ini,” ujarnya kepada Cendana News, Senin.
Sebelumnya, bencana berupa angin kencang melanda sebagian wilayah Kabupaten Sleman khususnya kawasan Condongcatur Depok dan Mlati pada Minggu (05/03/2017) sore, kemarin. Meski tak ada korban jiwa, adanya angin kencang ini menimbulkan sejumlah pohon serta baliho tumbang dan roboh. Tak hanya itu sejumlah atap bangunan milik warga juga diketahui rusak. Selain angin kencang, hujan deras pada Minggu kemarin juga mengakibatkan longsornya salah satu talud Sungai Code di kawasan Mlati.
“Total terdapat sekitar 20 titik lokasi terdampak angin kencang dan hujan deras pada Minggu kemarin. Mayoritas berada di wilayah Depok dan Mlati. Kita sudah melakukan penanganan melalui tim reaksi cepat pada saat itu juga. Penanganan ini lebih pada upaya tanggap darurat. Seperti menyingkirkan pohon dan baliho tumbang, membuka akses jalan yang tertutup, maupun melakukan upaya-upaya lainnya,” katanya.
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto: Jatmika H Kusmargana