Warga Terdampak Banjir Lampung Selatan Mulai Keluhkan Sakit Gatal-gatal

SENIN, 27 FEBRUARI 2017

LAMPUNG — Posko Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, mulai diserbu puluhan warga terdampak banjir, Senin (27/2/2017). Tercatat 163 warga mengunjungi posko kesehatan yang telah didirikan sejak 3 hari lalu, di dekat Madrasah Ibtidaiyah (MI) Gupi V Dusun Umbul Besar, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi.

Posko Kesehatan Dinas Kesehatan Lampung Selatan mulai diserbu warga terdampak banjir

Menurut penanggungjawab posko kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, melalui Puskesmas Rawat Inap Sragi, Erni Hidayah (30), yang mendampingi Kepala Puskesmas Sragi, Sumari, menegaskan, posko yang didirikan di dekat tenda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan dilengkapi dengan ruang pemeriksaan dan sebanyak 5 tenaga perawat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di antaranya dimulai dari pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan keluhan penyakit lain seperti keluhan diare (Ge), gatal-gatal (Dhermatitis) atau kutu air, pusing-pusing (cephalgia) serta lainnya. “Kita melakukan pendataan dan pemeriksaan dan rata-rata pasien dominan mengeluhkan penyakit pasca banjir, seperti sakit perut dan gatal-gatal,” terangnya, Senin (27/2/2017)

Erni juga mengatakan, untuk pemeriksaan kesehatan bagi korban banjir di Dusun Umbul Besar, Desa Bandar Agung, dilakukan dengan sistem jemput bola dengan cara mendatangi rumah-rumah warga yang terendam dan melakukan pemeriksaan sekaligus pemberian obat-obatan. Beberapa obat yang disiapkan, antara lain jenis paracetamol, anatisida, salep serta beberapa obat anti biotik, oralit dan sebagainya. Meski demikian, selama proses pemeriksaan dominan obat yang kerap diberikan kepada para pasien berupa jenis salep untuk pasien yang mengeluhkan penyakit kulit.

Beberapa pasien yang didominasi pasien ibu-ibu dan orang dewasa, bahkan setiap hari mendatangi posko kesehatan yang terbuat dari tenda dan dilayani oleh petugas yang bersiaga sejak pagi. Khusus untuk petugas yang disediakan di antaranya 5 orang terdiri dari perawat dan apoteker dari farmasi. Selain orang dewasa, pasien yang datang juga membawa serta anak-anak yang berusia di bawah lima tahun (balita), meski jumlahnya sedikit.

Petugas saat memberikan obat kepada pasien

Berdasarkan data selama 3 hari terakhir, jumlah pasien yang datang sekitar 41 orang pada hari pertama, 66 orang di hari kedua dan pada hari ketiga mencapai 70 orang. Jumlah yang terus meningkat tersebut merupakan warga yang mengeluhkan penyakit gatal-gatal. Meski ada bantuan dari Dinas Kesehatan, warga mengaku ketinggian air di perumahan warga belum surut dan air limpasan Way Sekampung belum terlihat ada tanda-tanda akan surut. Sementara itu, warga masih tinggal di tenda-tenda pengungsian yang didirikan di atas tanggul.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Lihat juga...