SELASA 28 FEBRUARI 2017
MANADO—Sebanyak 10 ekor tukik jenis penyu hijau (Chelonia mydas) dilepas ke alam. Ukuran kerapas tukik penyu yang di lepas rata-rata berukuran 15 x 12 cm. Tukik penyu hijau yang dilepaskan ke alam di pantai Liang Pulau Bunaken, merupakan hasil penyelamatan telur-telur penyu oleh petugas yang selanjutnya ditangkarkan agar siap dilepas ke alam sebagai habitat aslinya.
![]() |
| Tukik penyu hijau merayap menuju laut. |
Penjaga penyu tukik Liang Ronny Daniali mengatakan, selalu sabar dan telaten memberikan makan sehari-hari kepada tukit tersebut, agar tukik-tukik itu siap untuk kembali ke alam.
“Pelepasliaran tukik dilakukan oleh Polisi Kehutanan, Penyuluh Kehutanan, Staff dan tenaga kontrak Balai TN Bunaken pada 27 Februari 2017 di Pantai Liang Pulau Bunaken,” terang Ronny Daniali Selasa (28/2/2017) di Manado.
Ronny Daniali, merupakan warga pulau Bunaken yang sehari-hari aktivitasnya sebagai Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan motoris.
Sementara itu Polhut Balai Taman Nasional Bunaken Hasan Sahri mengatakan, tujuan pelepasan penyu hijau ini untuk menambah kekayaan keragaman hayati yang semakin langka, karena penyu hijau telah menjadi salah satu perburuan satwa, selain harga dagingnya memiliki nilai ekonomis dan laku dipasaran.
“Sebagian tukik-tukik penyu yang dipelihara diperoleh dari Tondano Pantai (daerah Kombi). Lama pemeliharaan tukik sudah 9 bulan atau sejak April 2016 silam. Untuk makan dan pemeliharaan selama ini Ronny yang memberikan dari pembelian uang pribadi. Rata-rata pengeluarannya setiap bulan Rp300.000 – 400. 000 ribu untuk memelihara tukik-tukik tersebut,” kata Hasan.
Jurnalis: Ishak Kusrant/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ishak Kusrant