Damandiri Jadikan Usaha Kain Percak Sebagai Pendapatan Tambahan Anggota

MINGGU, 26 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Damandiri — Usaha Damandiri memberdayakan lansia di tiap Posdaya yang didirikannya bukan isapan jempol belaka. Bagi Yayasan Damandiri, tidak ada kata terlambat untuk memulai usaha maupun menjadi seorang yang kreatif.
Sarung bantal dari kain percak

Salah satu contoh adalah Ike Septinah, seorang lansia anggota Posdaya Cempaka, RW04 Jagakarsa, sekarang diberdayakan untuk membina para ibu rumah tangga muda anggota Posdaya Cempaka untuk membuat kerajinan tangan dari kain percak.

“ Banyak tempat mendapatkan kain percak, salah satunya dari Bank Sampah. Tapi untuk menjaga agar kreasi bisa berkembang lebih baik lagi, bisa juga dengan membeli kain percak. Tidak merugikan juga jika membeli karena hasil kerajinan ini nantinya bisa bernilai ekonomi tinggi untuk dijual,” terang Ike Septinah.
Kerajinan tangan yang dibuat Ike tergolong unik karena dibuat secara manual dengan cara menjahit tangan. Sarung bantal, tatakan gelas, penutup gelas, hiasan gantung sampai souvenir bisa diproduksi secara manual.
Hasil kerajinan tangan yang siap jual

Dikatakan memiliki nilai ekonomi tinggi memang benar, karena satu set sarung bantal berikut taplak meja bisa dijual antara Rp 300-400 ribu. Satu set kerajinan tangan seharga 300-400 ribu rupiah tersebut berisi empat sarung bantal ukuran 40x40cm ditambah satu taplak meja. Sedangkan untuk souvenir maupun hasil lainnya bisa dijual sesuai tingkat kesulitannya. Semisal tatakan gelas dan alas mangkuk bisa Rp 20 ribu per unit, hiasan dinding Rp 20-25 ribu dan souvenir cantik juga sekitar itu.

Harga yang cukup fantastis untuk satu set sarung bantal tersebut memang cukup beralasan karena proses pembuatan satu set kerajinan kain percak berisi empat sarung bantal dan satu taplak meja bisa memakan waktu kurang lebih satu bulan.
Melihat potensi menambah pendapatan keluarga melalui kerajinan tangan kain percak, Ketua Posdaya Cempaka, Yessy Febriane sudah meminta Ike Septinah untuk membuka workshop rutin di sekretariat Posdaya. Tujuannya adalah menjaring para ibu rumah tangga muda anggota Tabur Puja untuk mendapatkan keahlian kerajinan tangan dari kain percak.
“ Sejauh ini baru tiga ibu rumah tangga yang ikut pelatihan dari kami, tapi itu tidak menyurutkan saya dan Ibu Ike karena bagi kami pengurus Posdaya, hal ini positif. Jalani saja karena suatu saat ketika dirasakan kemanfaatannya pasti anggota akan datang dengan sendirinya,” jelas Yessy.
Masih belum banyak peminat workshop kerajinan tangan, tapi tidak menyurutkan semangat Ike Septinah. Ia bahkan terus mengisi waktu mengerjakan sarung bantal sambil memantau warung pempek palembang miliknya. 
Hasil produksi Ike tidak main-main, karena sudah beberapa paket sarung bantal dan taplak meja berhasil dibuat sekaligus dikemas siap jual. Dan semua itu hasil kerajinan tangan secara manual atau jahit tangan.
Usaha Ike berbuah hasil, berkat peran serta pengurus Posdaya untuk menawarkan produksi kerajinan tangannya, pemesanan pun datang. Dua paket sudah siap diantar ke tempat pemesannya. “ Kami coba menawarkan secara online maupun langsung ke setiap acara PKK Kelurahan. Selanjutnya kami berencana mengikutsertakan kerajinan tangan ibu Ike dan beberapa anggota workshop dalam bazaar. Tinggal mencari info dan tempat pendaftarannya saja, sepertinya dalam waktu dekat ini,” pungkas Yessy.
Para ibu rumah tangga yang mengikuti workshop juga sekarang mulai terlihat bersemangat. Walaupun hanya tiga orang dan masih belum bertambah anggota, dengan melihat semangat Ike Septinah, dan kenyataan bahwa hasil kerajinan bisa laku terjual membuat para anggota workshop mulai meluangkan waktu membuat kerajinan tangan sarung bantal dari kain percak.
“ Perempuan muda sampai para ibu rumah tangga muda usia menganggap kegiatan menjahit itu membosankan. Tapi jika mereka bisa menyadari kegunaannya kelak sebagai sumber pendapatan tambahan keluarga pastinya mereka akan mengubah anggapan itu,” pungkas Ike.
Souvenir dari kain percak sudah dikemas

Workshop kerajinan tangan dari kain percak sudah berjalan kurang lebih tiga bulan, dan sudah menghasilkan 5 set sarung bantal, belasan souvenir, beberapa tas cantik serta hiasan dinding fungsi ganda sebagai alas mangkuk sayur. Dua set sarung bantal berhasil masuk pesanan konsumen. Jadi sudah saatnya para anggota Tabur Puja bergabung ke dalam workshop kerajinan tangan.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...