Damandiri Beri Modal Usaha Kentang Pencok Naura Kelas Ekspor

MINGGU, 26 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Karsih, begitu nama dan panggilan perempuan kelahiran 6 November 1962 ini. Dia sudah lama tinggal di Jalan Rawa jati Timur II, Gang Tan Malaka II RT02, RW04, Kelurahan Rawa jati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Kentang Pencok Naura

Karsih adalah pengrajin Keripik Kentang Pencok di daerah Rawa jati yang sudah menggeluti usaha tersebut sejak 2005. Kentang pencok adalah keripik kentang olahan yang bentuknya sangat halus serta renyah dikunyah. Dengan modal seadanya, Karsih memulai usahanya lalu membawa ke rekan-rekan pengurus PKK RW maupun Kelurahan untuk dicicipi.

Ada tiga pilihan yang dibawa Karsih, yakni Kentang Pencok Teri Kacang, Kentang Pencok Pedas Manis dan Kentang Pencok Kacang. Karena banyak yang mengatakan kentang pencok buatannya enak dan gurih, Karsih memberanikan diri membuat lebih banyak untuk dijual. Dalam satu hari, Karsih sanggup membuat kentang pencok sebanyak satu lusin (12 buah) toples ukuran 2 ons dan 2 toples ukuran 1 Kg.

Untuk membuat 1 lusin kentang pencok dalam toples ukuran 2 ons, Karsih bisa menghabiskan 10 Kg kentang. Dan menghabiskan 0,5 Kg kentang untuk dua toples ukuran satu kilo. Karsih juga sudah memiliki identitas produk yaitu Keripik Kentang Pencok ‘Naura’, begitulah namanya.

” Agar kentang pencok digemari serta sehat bagi masyarakat, kunci utamanya adalah jangan gunakan minyak goreng curah yang dijual di pasar tradisional, tapi gunakan minyak goreng kemasan. Karena jika menggunakan minyak goreng curah, rasanya tengik di mulut dan tenggorokan,” terang Karsih kepada Cendana News.

Karsih

Selain dijual melalui bazaar, pameran kuliner dan menawarkan secara online maupun konvensional, ternyata kentang pencok Naura sudah memiliki penggemar juga di luar daerah, seperti Ambon. Satu bulan sekali, Karsih biasa mengirim 10 hingga 15 toples ukuran 1 Kg kepada pelanggannya di Ambon untuk mereka jual kembali.

Bahkan melalui media online, orang Indonesia yang berada di Amerika Serikat dan Australia tiba-tiba menghubungi Karsih untuk meminta informasi mengenai kentang pencok buatannya. Mereka lalu membuat janji untuk bertemu ketika orang Indonesia dari Amerika Serikat dan Australia itu akan datang ke Indonesia. Ketika bertemu, mereka mendatangi Karsih untuk mencicipi kentang pencok buatannya.

Mereka cocok dan langsung minta dibuatkan lima lusin kentang pencok untuk dibawa pergi. Tiga lusin (36 toples ukuran 2 ons) dibawa ke Amerika Serikat  dan dua lusin (24 toples ukuran 2 ons) di bawa ke Australia. Di negeri Paman sam dan negeri Kanguru, kentang pencok Karsih akhirnya digemari sehingga jika mereka datang ke Indonesia, selalu membawa pulang kentang pencok Naura buatan Karsih.

“ Jumlah yang laku di Indonesia saja tidak sebanyak yang di bawa ke Amerika Serikat dan Australia itu setiap bulannya,” imbuhnya.

Melihat peminatnya semakin banyak, Karsih butuh tambahan modal usaha untuk melakukan ekspansi dagang di Jakarta serta menjaga pemesanan dari luar negeri yang selalu datang secara tiba-tiba. Akhirnya ia mengajukan pinjaman modal usaha kepada Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) Posdaya Tunas Mekar RW02, Rawa jati, binaan Yayasan Damandiri.

Jumat, 24 Februari 2017, Karsih menerima pencairan modal usaha mikro dari Tabur Puja sejumlah Rp 2 juta, dengan termin cicilan pelunasan selama 12 bulan. Ketika mendapatkan dana tersebut, Karsih langsung mempersiapkan produksi besar-besaran kentang pencok untuk dimasukkan ke seluruh toko kue, waralaba dan mini market wilayah Jakarta Selatan.

“ Modal ini akan saya pergunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produksi kentang pencok Naura. Karena saya harus bisa merebut pasar Jakarta Selatan, itu misi saya sekarang,” pungkas Karsih optimis.

Kentang pencok Naura buatan Karsih tidak menggunakan bahan pengawet dan pemanis buatan, sehingga tahan selama tiga bulan asalkan disimpan dengan baik dan benar, entah di lemari makan atau di kulkas.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...