Damandiri Beri Solusi Usaha yang Cocok bagi Farida

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017
JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Menurut data anggota Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) Posdaya Kenanga Simprug, banyak yang memulai  keanggotaan awal sebagai nasabah tabungan yang menunggu antrian pinjaman. Jumlah tersebut berubah-ubah sejak awal dijalankannya Tabur Puja di Posdaya Kenanga Simprug pada 2014, hingga memunculkan jumlah terbaru 17 orang di awal 2017. Salah satu dari ke-17 anggota tersebut bernama Farida.

Farida.

Lahir di Riau pada 16 April 1977, Farida tumbuh menjadi seorang perempuan yang gemar berdagang walau kecil-kecilan. Justru dengan memulai sesuatu yang sederhana, kelak bisa menjadi dasar kuat untuk melakukan sesuatu yang besar, begitu pikir Farida.

Ibu empat anak ini memiliki usaha pribadi di rumah yaitu membuat kue. Dari donat, risoles sampai pisang goreng kerap dibuat Farida untuk dijual menggunakan meja kecil  di depan rumah, tiga sampai empat kali dalam seminggu. Modal yang dikeluarkan Farida cenderung kecil, yakni Rp 100 ribu untuk satu kali berjualan. Dengan mematok harga Rp 1000-1500 untuk setiap kue yang dijualnya, omset Farida naik 100 persen dari modal usaha menjadi Rp 200 ribu, dengan pendapatan bersih sejumlah Rp 100 ribu.

Walau hanya berdagang 3-4 kali dalam seminggu, hasilnya lumayan untuk menambal kebutuhan sehari-hari keluarga setiap pekannya. Lama-kelamaan timbul keinginan Farida untuk lebih serius lagi menjalankan usahanya, yaitu dengan menambah modal usaha tanpa membebani suami. Setelah bertukar pikiran mengenai keinginannya dengan sang suami, Farida datang ke sekretariat Tabur Puja Posdaya Kenanga Simprug, RW 09, Rawa Simprug. Dengan rekomendasi dari Ketua Posdaya Bougenville, Intan Nuraini, ia bertemu Ketua Posdaya merangkap Kabid Tabur Puja Kenanga Simprug, Emmy Aznulleily.

Entah bagaimana jadinya, bukan mendaftarkan diri ke dalam antrian calon anggota pinjaman modal usaha Tabur Puja, ia memutuskan untuk menjadi anggota Tabungan Tabur Puja saja. “Saya mulai kenal Tabur Puja awal Juli 2016, dan langsung menabung. Tidak ada masalah apa-apa tapi saya memilih menabung karena menurut saya untuk saat ini itulah jalan terbaik,” tutur Farida kepada Cendana News.

Farida meneruskan penuturannya, ia bukannya ragu untuk meminjam, tetapi setelah diberi pengarahan oleh pengurus Posdaya, ia justru sadar bahwa usahanya memang masih terlalu kecil untuk sebuah suntikan modal usaha. Jumlah Rp 2 juta baginya terlalu besar, bahkan Rp 1,5 juta pun masih terlalu besar untuk jenis usaha yang digelutinya. Menurut pengurus Posdaya, ia bisa menggunakan pinjaman modal usaha Tabur Puja kelak untuk rencana membuka usaha kue box atau kue kering kemasan toples yang biasa dijual super market atau toko kue. Posdaya siap memberikan pembinaan lanjutan untuk memuluskan usahanya nanti.

“Sekarang saya menabung dulu sambil meneruskan berdagang kue di rumah dengan modal seadanya. Ke depan, jika saya sudah siap, akan saya ajukan pinjaman untuk menopang rencana usaha kue box dan kue kering dengan dibantu pengurus agar lebih efektif dan tepat sasaran. Tapi nama saya juga sudah masuk daftar antrian, hingga kapan pun bisa mengajukan pinjaman sesuai kesiapan saya untuk usaha yang lebih besar,” pungkas isteri dubber profesional ini.

Tak terasa, tabungan Farida sudah mencapai kira-kira Rp 700 ribu dalam tujuh bulan belakangan ini. Ketika ia sudah siap menjalankan usaha kue box dan kue kering, tabungan Farida bisa diambil guna menambah modal usaha. Modal pinjaman sejumlah Rp 2 juta ditambah jumlah tabungannya nanti, adalah kail Farida untuk usaha barunya kelak.

Jurnalis: Miechell Koagouw / Editor: Satmoko / Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...