Try Sutrisno : Pak Harto Pemimpin yang Tegas dan Bijaksana
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
JAKARTA — Jenderal TNI (Purn), Try Sutrisno, mantan ajudan Presiden Kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto mengatakan, Pak Harto adalah sosok pemimpin yang rendah hati, sangat santun dan bijaksana.
“Pak Harto, seorang pemimpin yang tegas, tetapi bijaksana, tepat dan cepat mengambil keputusan. Beliau adalah pribadi yang rendah hati, sopan dan sangat menghargai sesama,” ujar Try, pada acara dialog 100 Tahun HM. Soeharto Presiden Kedua RI yang digelar secara virtual di Museum Kepresidenan RI, Balai Kirti di Bogor, Jawa Barat, yang diikuti Cendana News, Selasa (22/6/2021).
Sikap tersebut, kata Try, juga disemaikan oleh Pak Harto kepada anak buahnya yang bertugas mengawal kegiatannya.
“Pada anak buahnya, Beliau sangat menghargai dan memperhatikan. Saya merasakan sekali, lima tahun jadi ajudannya. Presiden Soeharto pemimpin yang patut kita teladani,” imbuhnya.
Sebagai anak seorang petani, menurutnya, Pak Harto sejak kecil sudah bergulat dengan dunia pertanian dan peternakan. Oleh karena itu, Pak Harto sangat tertarik untuk mengembangkan sektor pertanian di masa kepemimpinannya. Tujuannya untuk menyejahterakan para petani dan menurunkan angka kemiskinan, hingga rakyat bisa hidup sejahtera.
Pak Harto sukses mengembangkan swasembada beras dan mendapat penghargaan dari Organisasi Pangan Dunia (FAO) pada 1986.
“Banyak prestasi yang ditorehkan Pak Harto dalam menata kehidupan pemerintahan yang konstutisional, berpegang pada UUD 1945 dan Pancasila. Saat kritis ekonomi, dapat menumbuhkan pendapatan para petani, swasembada beras yang akhirnya dapat penghargaan dari FAO. Juga penghargaan di bidang kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) serta lainnya,” urai Try.
Try menilai, Pak Harto dalam menjalankan roda kepemimpinannya sangat menghargai waktu dalam berbagai kegiatan kenegaraan. Tidak pernah telat, selalu hadir sebelum kegiatan tersebut dimulai.
“Sebagai ajudan, saya sangat menjiwai dan menghayati semua kegiatan, kebijakan dan langkah Pak Harto dalam kepemimpinannya. Pak Harto adalah orang yang memegang waktu, tidak pernah terlambat. Beliau selalu hadir satu jam sebelum acara itu dimulai,” ungkap Try.
Sejak 1968, dimana Pak Harto ditunjukkan sebagai Presiden kedua RI, banyak prestasi bangsa diraih lewat sikap kebijaksanaan dalam menjalankan roda pemerintahan ini.
“Sampai enam kali jadi presiden, dengan saya ikut mendampingi beliau sebagai wakilnya. Banyak sekali jasa-jasa beliau dalam memajukan bangsa ini. Tapi pada periode keenam kalinya, beliau mengundurkan diri dengan keputusan yang sangat bijak yakni demi rakyat,” tuturnya.
Try berharap generasi muda selalu menjaga tradisi yang diwariskan para pemimpin bangsa dengan memupuk jadi diri dan karakter sebagai insan Pancasila. Apalagi HM Soeharto sebagai pemimpin bangsa telah menorehkan banyak prestasi dalam mewujudkan kemerdekaan, kesatuan, kedaulatan, adil dan makmur bagi rakyat Indonesia.
Dikatakan Try, sebuah bangsa akan bisa maju itu harus bisa menghargai waktu dengan sebaik mungkin. Saat ini zaman sudah berubah, generasi berganti, Try berharap dengan hambatan dan tantangan apapun kita harus tetap menjadi insan manusia Indonesia yang berlandaskan Pancasila.
“Saya kira kita harus lebih mengenal, menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena itulah, cita-cita Pak Harto yang tidak akan padam harus kita teruskan dari generasi ke generasi,” tutup Try Sutrisno yang juga wakil presiden era Soeharto.