346 Sekolah di DIY Gelar UNBK Digabung ke Sekolah Lain

KAMIS, 23 FEBRUARI 2017

YOGYAKARTA — Meski seluruh siswa baik tingkat SMA, SMK, maupun SMP di DIY tahun 2017 ini dipastikan akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), namun belum semua sekolah menggelar UNBK secara mandiri. Dari total sebanyak 963 sekolah di DIY, tercatat baru sekitar 64 persen atau 617 sekolah yang menggelar UNBK secara mandiri. Sementara sekitar 36 persen atau 346 sekolah menyelenggarakan UNBK dengan digabung ke sekolah lain.

Kantor Dikpora DIY.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY, jumlah sekolah yang menyelenggarakan UNBK secara mandiri paling minim terjadi di tingkat SMP. Dari total sebanyak 533 sekolah tingkat SMP yang ada di DIY baru sekitar 50 persen atau 268 sekolah yang menggelar UNBK secara mandiri. Sementara sebanyak 265 sekolah menyelenggarakan UNBK dengan digabung ke sekolah lain.

Berbeda, di tingkat SMA dan SMK, jumlah sekolah yang menyelenggarakan UNBK secara mandiri jauh lebih banyak. Dari total sebanyak 212 sekolah tingkat SMA di DIY, tercatat ada sebanyak 148 sekolah yang menggelar UNBK secara mandiri, sementara hanya 64 sekolah saja yang mengelar UNBK dengan digabung ke sekolah lain.

Sedangkan di tingkat SMK, hampir 99 persen sekolah menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Dari total sebanyak 218 SMK tercatat ada sebanyak 201 sekolah menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Dan hanya 17 sekolah saja yang menyelenggarakan UNBK dengan digabung ke sekolah lain.

“Sebenarnya bukan digabung tapi hanya meminjam tempat dan fasilitas di sekolah lain atau sharing resources,” ujar Kepala Seksi Perencanaan, Dikpora DIY, Bahtiar Nur Hidayat, Kamis (23/02/2017).

Dikatakan nantinya setiap sekolah yang belum mampu menggelar UNBK secara mandiri, akan meminjam tempat atau fasilitas di sekolah lain. Baik itu di sekolah terdekat ataupun sekolah yang masih berada di dalam satu naungan yayasan yang sama. Sesuai ketentuan, maksimal sekolah yang menggabung paling jauh adalah radius 5 kilometer.

“Untuk DIY jarak satu sekolah dengan sekolah lain tidak ada yang lebih dari 5 kilometer. Sehingga tidak akan memberatkan para siswa. Selain itu sekolah yang menggabung juga tidak harus pada jenjang yang sama. Misalnya walaupun itu SMP bisa menggabung ke SMA atau SMK. Karena jadwal pelaksanaanya juga sudah dibuat agar memungkinkan,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, dalam pelaksanaan ujian kali ini juga terdapat sejumlah siswa inklusi atau berkebutuhan khusus yang ikut dalam UNBK di DIY. Yakni sebanyak 22 siswa berkebutuhan khusus di tingkat SMP, 14 siswa di tingkat SMA dan 8 siswa di tingkat SMK. Setiap siswa diperbolehkan memilih untuk mengikuti ujian berbasis komputer atau kertas.

“Untuk siswa tuna rungu, nanti soal akan disesuaikan yakni tanpa soal listening. Namun jika siswa ingin mengerjakan soal ujian dengan basis kertas, maka penyelenggara tingkat sekolah dapat mencetak sendiri dan setelah selesai dikerjakan, lembar jawab langsung di-up load ke sistem. Hanya untuk soal huruf braille itu yang langsung dari pusat,” katanya.

Bahtiar Nur Hidayat.

Untuk mempersiapkan seluruh siswa mengikuti UNBK tahun ini, pihak Dikpora DIY sendiri menggelar sebanyak 3 kali simulasi ujian pada masing-masing jenjang baik SMA, SMK maupun SMP. Yakni dimulai sejak Desember lalu dan berakhir pada Maret mendatang.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto: Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...