KAMIS, 19 JANUARI 2017
BALIKPAPAN — Setelah mendapat bantuan konverter kit sebanyak 150 unit di 2016, Pemerintah Kota Balikpapan tahun ini kembali mengusulkan bantuan konverter kit lagi sebanyak 250 unit kepada Pemerintah Pusat. Bantuan itu nantinya diperuntukkan bagi angkutan kota dan taxi di kota minyak tersebut.
![]() |
| Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Setdakot Balikpapan, Sri Soetantinah. |
Menurut Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setdakot Balikpapan, Sri Soetantinah, saat ini usulan itu dalam proses pengajuan ke Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, dan menunggu kabar persetujuannya tahun ini. “Sekarang masih menunggu kabar persetujuannya. Kita dapat kuota sekitar dua ratus lima puluh unit, tapi itu bisa kurang atau bertambah tergantung pada kecepatan kita. Misalnya, kita dapat dua ratus lima puluh unit, lalu daerah lain tidak bisa memenuhi, ya kita ambil,” jelasnya, Kamis (19/1/2017).
Rencananya, bantuan konverter kit tahun ini diperuntukkan bagi angkutan kota atau taxi. Dengan spesifikasi pemasangan konverter kit, yakni mesin harus sudah injeksi, kendaraan berusia 5 tahun ke bawah, dan bahan bakar premium. “Memang tidak bisa semuanya, jadi harus lihat kendaraannya,” sebut perempuan yang akrab disapa Tantin itu.
Ia menjelaskan lagi, 1 unit konverter kit jika membeli harganya sekitar Rp. 20 Juta. Dengan menggunakan konverter kit, yakni mengubah pola injeksi Bahan Bakar Minyak Premium ke Bahan Bakar Gas (BBG) pada kendaraan, maka Balikpapan dapat mengurangi emisi gas buang dan lebih ramah lingkungan. “Tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga lebih murah, tiga ribu rupiah per kilogramnya,” ujarnya.
Ketika disinggung pelaksanaan konverter kit untuk kendaraan dinas tahun 2016, Tantin menambahkan, ditemukan sejumlah keluhan seperti kesulitan menanjak. Namun, hal itu sudah ditangani oleh pemasang konverter kit. “Perpindahan BBM ke Gas memang perlu waktu. Tapi, sudah diperbaiki,” tambahnya.
Jurnalis : Ferry Cahyanti / Editor : Koko Triarko / Foto : Ferry Cahyanti