Tabur Puja Angkat Ekonomi Kecil Anggota Posdaya Melati 1 Bukit Duri Jaksel

SENIN, 9 JANUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Program pemberdayaan masyarakat yang sudah dimulai oleh Yayasan Damandiri sejak awal berdiri dengan membentuk Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga), telah banyak masuk hingga ke strata masyarakat paling bawah. Masing-masing lingkungan RT maupun RW tertentu di DKI Jakarta telah terbentuk Posdaya, dengan fokus pemberdayaan pada empat aspek, yakni Kesehatan, Pendidikan, Wirausaha dan Lingkungan.
Aula RW 011 yang juga digunakan untuk kegiatan Tabur Puja
Dari kurang lebih 50 Posdaya di Jakarta, salah-satunya adalah Posdaya Melati 1 yang terletak di Jalan Kampung Melayu Kecil V Dalam Nomor 38, RT 08, RW 011, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel). Kekuatan Posdaya Melati 1 adalah keberhasilan mereka memberdayakan masyarakat miskin ibukota untuk berwirausaha dengan mengikuti Program Simpan Pinjam Tabur Puja (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera) yang diluncurkan Yayasan Damandiri ke seluruh Posdaya binaan sejak 2012.
Ketua RW 011, Trisno Budiarti, akrab disapa Budiarti, yang juga merangkap Ketua Posdaya Melati 1, ditemui Cendana News di kediamannya, Minggu (08/01/2017), didampingi Titin Sumartini selaku Kasir dan Bendahara Posdaya Melati 1, banyak mengungkap suka-duka dalam menjalankan Tabur Puja berikut terbantunya sejumlah warga RW 011 setelah ikut serta program Tabur Puja.
“Posdaya Melati 1 berdiri sejak 2014, namun Tabur Puja baru menyentuh kami sekitar Maret 2015. Dan, kegiatan-kegiatan pemberdayaan warga yang menjadi syarat sebuah Posdaya sudah kami lakukan terlebih dahulu sebelum masuknya Tabur Puja, yaitu Posyandu balita dan lansia, gerakan ibu-ibu PKK serta Majelis Taklim,” tutur Budiarti.
Trisno Budiarti
Menjalankan Tabur Puja tidaklah mudah. Ada tanggung-jawab teramat besar di dalamnya, yaitu menjaga kepercayaan yang diberikan. Dalam Tabur Puja, kredit lunak yang diberikan tidak menggunakan agunan atau jaminan apapun, sehingga pengurus Posdaya Melati 1 merasa perlu melakukan edukasi serta imbauan kepada para anggota yang ikut Tabur Puja untuk menggunakan sekaligus memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dengan bertanggung-jawab. Untuk itu, pengurus benar-benar mengikuti pelatihan yang diberikan Universitas Trilogi Jakarta terkait Tabur Puja.
“Kami membentuk kelompok-kelompok kecil saat memulai Tabur Puja di sini. Ada 12 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah lima orang, dipimpin seorang Penanggung Jawab atau PJ. Setelah melewati banyak perubahan maupun kebijakan dari Yayasan Damandiri, turut merampingkan kelompok Tabur Puja Posdaya Melati 1 menjadi enam kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan dua puluh lima orang,” tambah Budiarti.
Dana awal yang didapat Tabur Puja Posdaya Melati 1 dimulai dengan angka Rp 20.000.000. Dana tersebut bertambah setiap minggunya dalam jumlah yang sama seiring pertambahan jumlah anggota yang ikut Tabur Puja. Sampai akhirnya pada 2016, dengan jumlah anggota Tabur Puja aktif di Posdaya Melati 1, perputaran dana sudah mencapai kurang lebih Rp. 200 Juta, dengan besar pinjaman ke masing-masing anggota antara Rp. 2-4 Juta, dengan jangka waktu pengembalian yang digunakan selama 10 bulan.
“Saat ini, anggota Tabur Puja Posdaya Melati rata-rata sudah memasuki putaran pinjaman kedua hingga keempat. Pencapaian ini kami lakukan dalam jangka waktu hampir dua tahun sejak Maret 2015 hingga sekarang. Pinjaman kepada anggota digunakan untuk membuka usaha-usaha kecil alias berdagang minuman ringan, cemilan, kue kering, kue basah, lauk pauk, mie ayam, mie bakso, nasi uduk, lontong sayur, katering hingga jual-beli baju, keset, selimut, tupperware serta handuk,” jelas Budiarti.
Dari pencapaian akan pemberdayaan aspek wirausaha ekonomi kecil atau mikro yang dialami anggota Posdaya Melati 1, masih ada pekerjaan rumah yang mereka pikirkan sekarang, yaitu mengaktifkan kembali kelompok tani dan penghijauan yang sempat terhenti karena dulu daerah ini kerap dibelit musibah banjir kiriman sebelum normalisasi Kali Ciliwung, dan kegiatan Bank Sampah untuk pemberdayaan aspek lingkungan bagi warga sekitarnya.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Koko Triarko / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...