Seleksi Ketat Calon Anggota, Kunci Sukses Tabur Puja Posdaya Melati 1 Bukit Duri Jaksel

SENIN, 9 JANUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Berjalan baiknya Program Tabur Puja (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera) Yayasan Damandiri di Posdaya Melati 1 Bukit Duri, Jakarta Selatan, tidak lepas dari mekanisme yang diterapkan para pengurus Posdaya Melati 1 itu sendiri. Dan, Bendahara Posdaya Melati 1, merangkap Kasir Tabur Puja, Titin Sumartini, mengungkapkan sekelumit perjuangan pengurus dalam menjalankan Tabur Puja, seperti berikut ini.
Titin Sumartini
Selain membentuk kelompok-kelompok kecil, Tabur Puja Posdaya Melati 1 juga menggunakan seleksi ketat bagi setiap anggota yang mendaftarkan diri ikut Tabur Puja. Seleksi dalam arti benar-benar memastikan, bahwa dana Tabur Puja jatuh ke tangan mereka yang sangat membutuhkan. Bukan itu saja, juga dipertimbangkan secara ketat, bahwa dana tersebut diberikan kepada mereka yang bisa berkomitmen dan bertanggung-jawab terhadap kepercayaan yang diberikan. 
“Pertamakali kami didampingi oleh Ibu Novita saat menerima penyuluhan mengenai Tabur Puja dari Universitas Trilogi Jakarta. Lalu, Pak Heri dari Sudara Indra menambahkan lagi pelatihan bagi kami, mengenai sistem dan mekanisme pelaksanaannya. Saat sosialisasi, banyak warga yang ingin bergabung, baik yang sudah punya usaha maupun belum sama sekali. Sejak itulah kami memutuskan untuk melakukan seleksi, agar nantinya dana itu bisa sampai ke tangan yang tepat,” terang Titin kepada Cendana News, saat ditemui di Sekretariat Posdaya Melati 1, Jalan Kampung Melayu Kecil V Dalam Nomor 38, RT 08, RW 011, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu (8/1/2017).
Ketua Posdaya Melati 1 merangkap Ketua RW 011, Trisno Budiarti, turun menyambangi setiap warganya untuk memberikan edukasi maupun imbauan, agar mereka memanfaatkan kesempatan menerima kredit lunak ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai ada tunggakan yang memang disengaja, karena di dalam Tabur Puja selain menerapkan sistem kepercayaan, juga ada pengembangan cara bergotong-royong menuju sukses bersama-sama. Karena itu, harus saling menjaga agar Tabur Puja bisa tetap berjalan untuk mengangkat kehidupan warga menuju kehidupan yang lebih baik ke depan.
Selain memberi imbauan maupun edukasi, pengurus Posdaya Melati 1 juga mengerti kesulitan warga atau anggota-anggotanya. Bahaya banjir kiriman yang kerap melanda wilayah Bukit Duri Jaksel dijadikan inspirasi untuk melahirkan kewajiban tabungan kas anggota Tabur Puja.
“Di sini, rawan banjir kiriman dari Katulampa, Bogor, melalui Sungai Ciliwung. Dan, posisi kami ada di belakang rumah-rumah semi permanen bantaran Kali Ciliwung. Karena itu, ada kekhawatiran, jika banjir datang merendam kami berhari-hari sekaligus mematikan usaha warga. Dengan demikian, setiap membayar cicilan Tabur Puja, kami terapkan tabungan anggota Tabur Puja juga sebesar tiga puluh ribu rupiah, yang gunanya sebagai cadangan dana untuk mereka yang tidak bisa membayar cicilan jika usahanya lumpuh karena banjir,” kata Titin.
Hasilnya sangat menggembirakan, karena warga atau anggota Posdaya Melati 1 yang ikut Tabur Puja menjalankan semua imbauan pengurus dengan sebaik-baiknya. Mereka menjawab kepercayaan dari Yayasan Damandiri untuk sepenuhnya menggunakan Tabur Puja sebagai jembatan meningkatkan perekonomian keluarga masing-masing serta bertanggung-jawab penuh terhadap cicilan kredit masing-masing. Dan, kas darurat Tabur Puja Posdaya Melati 1 juga berjalan lancar hingga saat ini.
“Hasil seleksi ketat sejak awal itu menghasilkan PJ berkualitas, yang akhirnya mengepalai kelompoknya masing-masing, mulai dari Kelompok 1 sampai Kelompok 6. Singkatnya, pengkaderan, edukasi serta apa yang kami tanamkan kepada anggota berhasil dan berjalan dengan baik hingga kini. Tidak ada tunggakan-tunggakan berarti. Kalaupun ada, itu hanya penundaan beberapa hari saja dari anggota untuk membayar cicilan. Namun, semua akhirnya terbayar dengan baik sesuai kesepakatan antara anggota, pengurus dan PJ bersangkutan sesuai kelompoknya masing-masing,” jelas Titin.
Banyak warga RW 011 Kelurahan Bukit Duri, Jakarta selatan yang terbantu karena Tabur Puja. Namun itu bukan semata karena Tabur Puja, melainkan karena keinginan untuk maju dari warganya juga sangat tinggi. Semangat mereka begitu kuat untuk bertanggung-jawab terhadap apa yang telah diberikan Tabur Puja kepada mereka. Anggota menyadari, jika pembayaran cicilan lancar, otomatis pencairan pinjaman lanjutan bisa diluluskan. Dan, besaran pinjaman juga bisa naik, karena kondite masing-masing anggota itu.
“Selain karena kondite yang baik, bertambahnya jumlah pinjaman bisa diberikan dengan melihat jumlah tabungan anggota. Jika tabungan anggota sudah mencapai dua ratus lima puluh ribu rupiah, mereka berhak mendapatkan kenaikan pinjaman sebesar lima ratus ribu rupiah atau dengan kata lain dari awalnya dua juta rupiah bisa naik menjadi dua setengah juta rupiah dan begitu seterusnya. Itu, artinya anggota kami serius untuk terus mengembangkan diri bersama Tabur Puja,” pungkas Titin.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Koko Triarko / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...