KAMIS 26 JANUARI 2017
BANJARMASIN—Pemerintah Kota Banjarmasin terus menggencarkan sosialisasi baca Alquran selepas maghrib bagi muda-mudi di Kota Banjarmasin. Program mengaji Alquran bermaksud menekan perilaku buruk kalangan remaja. Pemkot Banjarmasin mengklaim masyarakat merespons antusias program semacam ini.
![]() |
| Kabag Kesra Pemko Banjarmasin, Isa Ashari usai sosialisasi magrib mengaji di Kota Banjarmasin. |
“Karena salah satu alat penangkal sifat negatif seperti penggunaan narkoba di kalangan pemuda. Dalam hal ini agar pemuda terhindar dari penggunaan narkoba,” ujar Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota Banjarmasin, Isa Anshari usai sosialisasi di balai kota, Kamis (26/1/2017).
Isa menggandeng semua pengurus tempat pendidikan al-quran di setiap masjid yang tersebar pada lima kecamatan untuk ikut menyukseskan progam magrib mengaji. Menurut dia, program ini mula-mula berfokus menyasar jemaah yang biasa menunaikan salat berjamaah di setiap masjid kampung-kampung. Jemaah yang telah rutin mengaji di masjid kemudian turut mensosialisasikan ke keluarga masing-masing.
“Anak-anak didik di TPA-TPA secara bergantian kami himbau melaksanakan magrib mengaji,” ujar Isa. Isa meyakini pola bertahap semacam ini efektif menggencarkan program di tengah masyarakat. Pihaknya akan mengevaluasi secara rutin kegiatan magrib mengaji Alquran. “Anak-anak muda harus memanfaatkan waktu luang antara magrib dan isya.”
Isa bahkan berencana mengusulkan peraturan daerah ihwal maghrib mengaji di Kota Banjarmasin. Menurut Isa, program ini sejatinya sudah tertuang dalam peraturan Wali Kota Banjarmasin.
Seorang pengurus Masjid Baiturahman di Kelurahan Kuin Curug, Kecamatan Banjarmasin Barat, Ajidan Tholib, mengaku antusias menggencarkan program magrib mengaji. Menurut Tholib, program ini sebenarnya serupa dengan tadarus ketika Ramadan.
“Ustad-ustad membimbing lewat ngaji bersama. Pesertanya jemaah yang hadir Salat Magrib, nanti mereka ikut mengumumkan di keluarganya,” kata Aji dan Tholib.
Selain menekan perilaku buruk, Ajidan mengatakan, program magrib mengaji bermaksud memakmurkan masjid sekaligus membiasakan baca Alquran di kalangan warga. Ia mengakui masih ada sebagian warga yang belum fasih melafalkan dan membaca ayat-ayat suci Alquran.
“Yang lebih penting, masyarakat bisa mengamalkan nilai-nilai Alquran,” kata Tholib.
Jurnalis: Diananta P Sumedi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Diananta P Sumedi