KAMIS, 26 JANUARI 2017
MAUMERE — Sebanyak 54 rumah warga di RT 19 RW 04, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kota Maumere dan sekitarnya sejak siang hari sebelumnya.
![]() |
| Petugas BPBD Sikka sedang membantu warga mengungsi melewati jalan raya yang terendam banjir. |
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Muhamad Daeng Bakir, kepada wartawan di lokasi kejadian mengatakan, selain menggenangi 54 rumah warga, bannjir tersebut juga menyebabkan 2 Kepala Keluarga diungsikan sementara ke Kantor Desa Wolomarang. Menurutnya, kondisi banjir yang terjadi sekarang belum termasuk dalam kategori bencana, walaupun terdapat rumah warga yang terendam. BPBD Sikka pun bersama Tagana selalu siaga bila terjadi hujan lebat kembali yang bisa menyebabkan banjir. “Ini belum masuk dalam siaga bencana, karena ketinggian air akan berangsur surut bila hujan tidak kembali turun,” ungkapnya, Rabu (25/1/2017), sore.
Daeng menambahkan, sementara ini pihaknya mengevakusi warga ke Kantor Desa Wolomarang sejak Rabu siang hingga malam 19.00 WITA. Saat ketinggian air mulai berkurang, warga memilih kembali ke rumahnya. “Semalam, warga sudah pulang karena mereka ingin menyelamatkan barang milik mereka yang terendam banjir. Para tetangga yang rumahnya tidak terendam banjir juga bersedia menampung mereka sementara waktu,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sikka, Paolus Nong Susar, saat meninjau lokasi banjir pada Rabu (25/1/2017) sore menjelaskan, curah hujan tahun ini sangat tinggi sehingga air mengalir melewati perkampungan warga akibat saluran air dipenuhi sampah. Pihaknya pun mengaku, pada 2017 ini telah menganggarkan dana dari APBD untuk membangun saluran drainase di 3 titik rawan banjir di Kota Maumere. Dengan demikian, diharapkan banjir yang selama ini terjadi bisa diatasi.
“Pemerintah akan segera membangun drainase di tiga titik kawasan ini yang menjadi pemicu banjir, dan kami sudah menganggarkannya dalam APBD tahun ini,” jelasnya.
![]() |
| Rumah warga dan jalan Diponegoro yang terendam banjir. |
Banjir akibat hujan tinggi tersebut sempay menyebabkan kemacetan dan antrian panjang di ruas Jalan Diponegoro, baik ke arah barat maupun timur Kota Maumere. Jalan ini merupakan satu-satunya akses menuju Kota Maumere dan beberapa wilayah di bagian barat Kota Maumere. Air mengalir melewati jalan prioritas nasional ini dengan ketinggian hampir 30 sentimeter, sehingga banyak kendaraan bermotor roda dua harus berjalan lambat akibat derasnya aliran air dari sisi selatan jalan yang berasal dari perbukitan.
Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Koko Triarko / Foto : Ebed De Rosary
