PDAM Tirta Jasa Cabang Bakauheni: Pasokan Air Bersih Mulai Normal

SELASA 10 JANUARI 2017

LAMPUNG—Pasokan bahan baku air bersih untuk kebutuhan pelanggan di wilayah Kecamatan Bakauheni hingga awal 2017 mulai normal dibandingkan tahun sebelumnya. Normalnya pasokan ini akibat curah hujan yang cukup tinggi dan sumber mata air yang sudah terpenuhi dari Gunung Rajabasa. 
Kepala Cabang PDAM Tirta Jasa Cabang Bakauheni Siswanto
Menurut Siswanto selaku Kepala Cabang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jasa Cabang Bakauheni kondisi musim penghujan dipastikan memberi dampak positif bagi ketersediaan bahan baku air bersih warga yang selama ini menggantungkan pasokan dari PDAM Tirta Jasa.
Berdasarkan data hingga saat ini PDAM Tirta Jasa ungkap Siswanto melayani sebanyak 500 pelanggan rumah tangga. PDAM juga mempunyai pelanggan di pelabuhan Bakauheni meliputi perkantoran PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang Bakauheni dan sejumlah kapal yang ada di dermaga Pelabuhan Bakauheni. 
Sebanyak 6 tempat penyaringan berukuran besar dipastikan bisa membersihkan air bahan baku yang diambil dari mata air Gunung Rajabasa dengan kapasitas masing masing penampungan sekitar 250 kubik air yang disalurkan pada bak bak besar berukuran 750 kubik air bersih. Sementara jumlah tandon air di PDAM tersebut bahkan bisa menampung sekitar 1500 kubik air bersih untuk pasokan air bersih bagi pelanggan di wilayah Bakauheni dan sekitarnya.
“Air bersih yang kita pasok dari Gunung Rajabasa sempat mengalami kesulitan terutama saat musim kemarau tapi beruntung sepanjang 2016 hingga awal 2017 pasokan cukup terpenuhi dengan melimpahnya pasokan air meski kebutuhan air cukup” ungkap Siswanto kepala cabang PDAM Tirta Jasa Cabang Bakauheni saat dikonfirmasi Cendana News,Selasa (10/1/2016).
Jumlah pelanggan PDAM Tirta Jasa Bakauheni menurut Siswanto bisa dipenuhi dengan debit air bersih yang 25 liter perdetik dan mampu menampung sebanyak 1500 kubik air bersih tersebut selama musim hujan ini bahkan cenderung mengalami kelebihan sehingga perlu dibuang.
Proses pembuangan air yang berlebih tersebut menurut manager operasional PDAM Tirta Jasa cabang Bakauheni A.Roni dilakukan bersamaan dengan kerja bakti yang dilakukan oleh seluruh karyawan PDAM. Mereka  membersihkan selokan dan saluran saluran air yang melintas di perkampungan warga. 
Pembersihan lingkungan yang dilakukan rutin tersebut ungkap A.Roni disamping membersihkan tandon air dari endapan lumpur juga sekaligus menghanyutkan sampah sampah yang selama ini dibuang oleh masyarakat sekitar serta pengendara di Jalan Lintas Sumatera.
“Kegiatan bersih bersih kita lakukan rutin karena selain peduli pada kebersihan lingkungan karena selokan yang dipenuhi sampah terutama dari rumah rumah warga,” terang A.Roni.
Selain pembersihan selokan yang dilakukan oleh petugas PDAM juga rutin melakukan pemeriksaan terhadap saluran saluran pipa milik PDAM yang digunakan untuk mengalirkan air bersih bagi pelanggan di wilayah Kecamatan Bakauheni dan Pelabuhan Bakauheni. Khusus untuk aliran air ke pelanggan serta dari Gunung Rajabasa diakui A.Roni menggunakan pipa pvc dengan diameter 8 inchi dan dialirkan ke beberapa pelanggan di dermaga Pelabuhan Bakauheni diantaranya dermaga I hingga 
dermaga VI.
“Khusus pelanggan di pelabuhan Bakauheni kita siapkan petugas khusus untuk pasokan air bersih bagi kapal kapal roll on roll off,”ungkapnya.
Kebutuhan akan air bersih tersebut diakuinya mengalami kekurangan saat musim kemarau terutama pelanggan di wilayah Pelabuhan khususnya bagi kapal kapal dengan kebutuhan mencapai 1 ton air bersih. Sementara pasokan air untuk masyarakat terkadang tersendat saat kemarau sehingga masyarakat memutuskan membeli air bersih dari perusahaan air bersih swasta.
Selama musim kemarau diakuinya debit air bersih saat musim kemarau diakui A.Roni hanya mencapai 3 liter perdetik sementara saat ini selama musim penghujan sudah mencapai 25 perdetik. Pasokan yang tercukupi tersebut bahkan membuat sejumlah warga Bakauheni memutuskan untuk memasang saluran air bersih baru meski diakui A.Roni belum ada data jumlah pelanggan baru di awal tahun ini.
Pembersihan lingkungan. 
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Lihat juga...