SENIN, 30 JANUARI 2017
BALIKPAPAN — Guna mengenalkan produk Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Kota Balikpapan, GSA Community menggandeng sejumlah UMKM di Balikpapan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk melalui online. Hal itu dilakukan agar produk daerah khususnya Balikpapan, bisa dikenal di seluruh daerah dan masyarakat luar daerah, bahkan manca negara bisa melihat sekaligus pesan melalui online.
![]() |
| Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Industri Balikpapan, Doortje Marpaung (kiri) |
Ketua GSA Community, Mariana, mengungkapkan pendirian GSA Community ini merupakan salah-satu upaya guna membantu UKM di Balikpapan dalam mempromosikan produknya. Karena dengan mengenal produk buatan UKM lokal Balikpapan, maka daerah lain bisa pesan melalui online dan langsung ke UKM-nya. “Kenapa kita harus pakai produk luar kalau produk dalam negeri sendiri banyak yang bagus dan berkualitas? Apalagi, kalau kita pakai produk hasil UKM daerah sendiri, otomatis kita juga memasarkan melalui online,” jelasnya, usai launching GSA Community, Senin, (30/1/2017).
Dalam GSA Community ini, sudah ada 60 UKM yang bergabung untuk memasarkan produknya melalui online. “Kita buat komunitas, misal satu UKM punya produk tas, kami pasarkan lewat online sesuai dengan nama, nomor kontaknya, sehingga pemesan langsung pesan ke pemilik produk,” bebernya di halaman Gedung Dome Balikpapan.
Mariana juga mengatakan, pada kegiatan launching ini, UKM juga ikut bazar dengan membawa produknya, dan ikut serta melalui workshop mengenai cara berjualan produk UKM melalui online dan cara mengemas produknya lebih menarik.
![]() |
| Ketua GSA Community Balikpapan, Mariana |
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Industri, Doortje Marpaung, menyambut baik komunitas UKM online tersebut, karena merupakan bagian dari salah-satu upaya pemasaran dan mengenal produk UKM di daerah. “Ini sangat bagus, idenya menarik. Karena tujuannya membawa UKM mengenalkan produknya meski skala kota,” katanya, sembari berharap, kegiatan seperti ini dapat terus berjalan dan dapat dimanfaatkan UKM, mengingat UKM yang memanfaatkan pemasaran melalui digital masih cukup kecil dari jumlah UKM yang terdaftar.
Jurnalis: Ferry Cahyanti/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ferry Cahyanti
