Bank Kalsel Diminta Segera Transformasi Kinerja

KAMIS, 12 JANUARI 2017

BANJARMASIN — Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, meminta Bank Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) lekas melakukan transformasi kinerja demi menopang pembangunan daerah di tengah tantangan perekonomian. Menurut dia, Bank Kalsel mesti berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat dan perluasan lapangan kerja.
                     

 Komisaris Utama Bank Kalsel, Ary Bastari (dua dari kiri) saat wawancara bersama wartawan.

Itu sebabnya, Sahbirin Noor membutuhkan sumber daya yang berdedikasi dan mumpuni untuk mengelola industri perbankan. “Dewan komisaris yang baru ini harus memberikan kontribusi sebesar-besarnya untuk Bank Kalsel yang lebih baik dan punya daya saing,” ujar Sahbirin Noor di sela pelantikan empat dewan komisaris baru Bank Kalsel, Kamis (12/1/2017).
                                       
Sahbirin mengingatkan, Presiden Joko Widodo pernah mencanangkan program transformasi Bank Pembangunan Daerah pada Mei 2015. Sahbirin berharap, Bank Kalsel pun bisa bersaing dengan perbankan umum lainnya di Kalimantan Selatan. “Bank Kalsel harus jadi nomor satu di sini,” ujarnya.

Menurut Sahbirin Noor, Bank Kalsel masih berkontribusi kecil terhadap pembangunan daerah. Sebab, kata dia, Bank Kalsel punya daya saing rendah, tata kelola yang buruk, kualitas sumber daya manusia, manajemen resiko, dan infrastruktur yang belum memadai.
          
Sahbirin mendesak empat dewan komisaris yang baru dilantik lekas bekerja cepat dan tepat untuk menjadikan Bank Kalsel lebih kompetitif. Selain itu, kata Sahbirin, Bank Kalsel mesti berkontribusi terhadap pembangunan daerah. “Transformasi bisnis itu merupakan tugas berat dan besar,” kata dia.

Ia berharap, program transformasi bisa berjalan cepat. Keberhasilan transformasi akan berdampak positif terhadap pembenahan permasalahan mendasar perbankan. Pihaknya tetap membuka peluang penambahan penyertaan modal sembari melihat kondisi perekonomian.

Komisaris Utama Bank Kalsel, Ary Bastari, mengatakan, segera mewujudkan transformasi bisnis di tubuh Bank Kalsel. Ary melakukan transformasi terhadap sumber daya manusia, teknologi, dan segala infrastruktur pendukung. “Kami melihat ke depan saja, yang penting harus lebih baik daripada sekarang,” kata Ary.

Empat dewan komisaris baru Bank Kalsel terdiri atas Ary Bestari (Komisaris Utama), Syahrituah Siregar (komisaris), Hatmansyah (komisaris), dan Zulfadli Gazali (komisaris). Mereka bekerja dalam periode 2017-2020.

Jurnalis: Diananta P. Sumedi / Editor: Satmoko / Foto: Diananta P. Sumedi

Lihat juga...