Wakil Rakyat Minta Kapal Baru Bagi Masyarakat Kepulauan Segera Terealisasi

SELASA, 13 DESEMBER 2016

SUMENEP — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur meminta Pemerintah Daerah (Pemda) setempat serius memperhatikan transportasi bagi masyarakat kepulauan. Pasalnya, untuk penambahan alat transportasi atau kapal baru sudah tersedia dana, hanya saja butuh menambah kekurangannya yang diperkirakan mencapai Rp.6 Miliar.
AZ Rahman, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep
Sampai sekarang dana sebesar 34 Miliar yang dapat bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur belum direalisasikan, padahal kapal yang laut yang lebih layak sangat dibutuhkan. 
“Sebenarnya dari Pemprov itu sudah dari tahun 2012 ada bantuan hibah dalam bentuk anggaran untuk dibuat kapal, bahkan beberapa waktu lalu saat warga kepulauan melakukan audensi pemerintah berjanji akan menganggarkan pada Perubahan Anggaran Keuangan di 2016. Tetapi ketika tiba ternyata tidak ada, alasannya waktunya sudah mepet dan akan dianggarkan pada tahun 2017,” kata AZ Rahman, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Selasa (13/12/2016).
Disebutkan, dengan adanya dana tersebut pemerintah tidak boleh lagi banyak alasan, karena untuk bisa membuat kapal tidak perlu lagi dana besar yang harus dikeluarkan daerah. Sehingga bagaimanapun pada tahun 2017 mendatang dana itu sudah dapat terealisasi.
“Sejak tahun 2012 sampai sekarang tidak kunjung terealisasi, itu perlu dijelaskan kepada masyarakat kenapa sampai sekarang tidak direalisasikan. Itu kan anggaran sudah ada, hanya tinggal menambah kekurangannya diperkirakan hanya sekitar Rp.6 Miliar, karena untuk membuat kapal baru diperkirakan membutuhkan dana sebesar 40 Miliar, sedangkan dana yang ada sudah sebanyak Rp.34 Miliar,” jelasnya.
Pihaknya berharap pada tahun 2017 pembuatan kapal baru bagi masyarakat kepulauan harus terealisasi, karena untuk penambahan dari anggaran yang ada daerah ini sangat mampu memenuhinya, hanya tinggal keseriusan pemerintah saja mengurus transportasi laut yang dibutuhkan oleh masyarakat di kepulauan. 

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul

Lihat juga...