Tebing Longsor, Dua Rumah Warga di Yogyakarta Tertimpa Pohon Bambu

JUMAT, 2 DESEMBER 2016
YOGYAKARTA—Warga Dusun Trini  Trihanggo, Gamping, Sleman, dibantu sejumlah relawan dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, hingga sore ini terus bekerja mengevakuasi tiga rumpun pohon bambu besar yang tumbang akibat tebing Sungai Denggung yang longsor, Jumat (2/12/2016).

Dua rumah warga tertimpa batang pohon bambu, sedangkan tiga rumah lainnya terancam longsor susulan. Tiga rumpun pohon bambu terdiri dari Bambu Wulung, Ampel dan Ori dengan keseluruhan diameter sekitar 3 meter di tebing Sungai Denggung, Dusun Trini, Trihanggo, Gamping, Sleman, ambruk akibat tebing longsor didera hujan yang mengguyur sejak malam kemarin hingga pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala Dukuh Trini, Purwanto, menunjukkan area yang terkena longsor.
Kepala Dukuh Trini, Purwanto, ditemui di sela evakuasi mengatakan, tumbangnya pohon bambu itu terjadi pada sekitar pukul 06.00 WIB, pagi tadi. Pohon itu tumbang karena tebing setinggi 10 meter longsor sepanjang 10 meter. Selain menimpa bagian dapur dua rumah milik warga, longsornya tebing Sungai Denggung itu juga mengancam tiga rumah warga lainnya yang langsung berbatasan dengan tebing.

“Sejak pagi tadi, kami dibantu relawan melakukan pembersihan secepatnya, karena tumbangnya pohon bambu ini juga menghalangi arus Sungai Denggung,” jelas Purwanto, sembari menambahkan, tumbangnya pohon bambu itu juga memutus jaringan listrik.

Evakuasi pohon bambu.

Sementara itu, penanganan terhadap ancaman longsor susulan hanya dilakukan dengan menutupi bagian tebing yang rawan longsor dengan kain terpal, untuk mengurangi tekanan air hujan. Sedangkan dua rumah milik warga yang terkena bagian dapurnya dan hancur adalah rumah milik Guno Prayitno (74) dengan jumlah penghuni 2 Kepala Keluarga (KK) dan 6 jiwa serta rumah milik Iwan (46) dengan jumlah penghuni rumah 4 jiwa. Kedua rumah tersebut berada di sebelah timur sungai. Ada pun tiga rumah yang terancam longsor susulan berada di sebelah barat sungai, yaitu rumah Eko Wantoro (32) dengan 2 KK 5 jiwa, rumah Ngatijo (60) dengan 2 KK 6 jiwa dan rumah Dulhadi (65) dengan 1 KK 3 jiwa.

Longsor yang mengancam sejumlah rumah.

Purwanto mengatakan, sementara ini pihaknya masih membutuhkan bantuan terpal untuk menutup tebing yang rawan longsor serta berharap agar tebing Sungai Denggung itu dibuatkan talud.

Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Satmoko / Foto: Koko Triarko

Lihat juga...