JUMAT, 2 DESEMBER 2016
SUMENEP — Dua sumur bor milik warga Dusun Jenggera Timur, Desa Gadding, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengeluarkan semburan lumpur berbau belerang. Akibatnya sumur baru dengan kedalaman 31 Meter terpaksa dihentikan sebelum mendapat sumber mata air, karena pemilik sumur khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
| Suasana warga sedang melihat semburan lumpur berbau belerang dari sumur bor. |
Kejadian menyemburnya lumpur dari sumur bor milik Sunawi (41) sontak membuat warga setempat panik, karena peristiwa itu baru pertama kali terjadi di desa setempat. Sehingga upaya untuk mencari air bersih demi memenuhi kebutuhan sehari-hari memilih tidak dilanjutkan, sebab jika pengeboran kedalaman sumur terus ditambah khawatir semburan akan semakin besar dan membahayakan terhadap keberadaan warga yang ada di sekitar lokasi sumur bor.
“Itu kejadiannya pada hari Selasa (29/11/2016) yang saya sedang mengebor untuk mencari air, tetapi setelah kedalaman 31 Meter tidak keluar air, melainkan keluar udara berbau belerang, bahkan juga ada semburan lumpur. Akibatnya warga sedang berada di sekitar itu langsung lari dan akhirnya pengeboran dihentikan untuk pindah ke tempat lain yang jaraknya sekitar 150 Meter,” kata Sunawi (41), pemilik sumur bor yang mengeluarkan lumpur berbau blerang di Desa Gadding, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Jumat (2/12/2016).
Disebutkan, bahwa setelah menghentikan pengeboran sumur bor yang mengeluarkan lumpur berbau belerang, akhirnya pemilik sumur memutus untuk pindah tempat mencari sumber mata air kembali. Kemudian pengeboran ditempat baru dilakukan pada hari Rabu (30/11/2016) kembali, namun ketika tiba ke kedalaman 31 Meter, sumur juga mengeluarkan lumpur berbau belerang, makanya pengeboran kedua kalinya juga dihentikan.
“Ini sumur bor yang kedua sudah tiga hari tetap mengeluarkan lumpur berbau belerang, ya demi keamanan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akhirnya pengeboran tidak dilanjutkan. Jadi lumpur yang keluar terus kami bersihkan agar tidak menumpuk, bahkan lumpur berwarna agak kekuningan ketika dipegang terasa dingin,” jelasnya.
Sejak kejadian semburan lumpur dari sumur bor menjadi tontonan warga dari berbagai desa yang ada di daerah ini, sehingga untuk melihat semburan lumpur berbau belerang masyarakat hilir mudik mendatangi lokasi sumur bor.
Jurnalis: M. Fahrul/Editor: Irvan Sjafari/Foto: M.Fahrul