Solidaritas Jurnalis Banua Menggalang Dana Bencana Aceh

KAMIS, 8 DESEMBER 2016
 
BANJARMASIN—Bencana gempa bumi di Provinsi Aceh agaknya mengetuk solidaritas para awak media yang bertugas di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Aliansi pekerja media dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Banua dan Komunitas Warung Jogja Kalimantan Selatan, menggalang bantuan dana bencana yang akan disalurkan ke para korban gempa bumi di Aceh.

Para jurnalis di Banjarmasin menggalang dana buat saudara sebangsa yang terdampak bencana Aceh.

Koordinator Solidaritas Jurnalis Banua, Didi Gunawan mengatakan, penggalangan dana ini lewat satu pintu dengan membuka posko di Warung Jogja, Jalan Keramaian, Kota Banjarmasin. Dia sengaja tidak membuka rekening lantaran ingin memberikan jaminan uang bantuan benar-benar dihimpun awak media.

“Kami tidak bertanggung jawab kalau ada penggalangan dana lewat transfer. Kami harap donatur datang langsung ke Warung Jogja,” ujar Didi saat merilis pembukaan posko bantuan dana Aceh, Kamis (8/12/2016). Dia memilih Warung Jogja sebagai titik simpul aksi penggalangan dana karena awak media kerap berkumpul di sana.

Ia akan menyalurkan uang yang terkumpul melalui satu lembaga resmi. Didi sudah memiliki sejumlah alternatif nama lembaga yang bertugas menyalurkan dana, seperti BAZNAS, rumah zakat, atau lembaga lain yang berkompeten. Posko penggalangan dana dibuka pada 8-31 Desember 2016.

“Awal Januari 2017 dana sudah disalurkan ke korban bencana,” ujarnya.

Didi berharap, masyarakat di Banjarmasin tergerak mendonasikan dana bantuan setelah awak media menginisiasi posko penggalangan dana. Selain itu, ia memastikan wartawan dan aktivis LSM akan berkolaborasi turun ke jalan untuk menyuarakan pesan moral bahwa korban bencana butuh bantuan.

“Besok (Jumat/Red) kami akan aksi damai setelah Salat Jumat di bundaran Hotel A, Banjarmasin. Semoga mengetuk hati dermawan lain, kami ingin buktikan Kalsel peduli atas nasib saudara kami di Aceh,” kata Didi.

Ada pun Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, menyampaikan turut prihatin atas bencana alam di Aceh. Tapi, Sahbirin belum berencana mengirim bantuan tenaga manusia ke Aceh. Ia masih menunggu instruksi pemerintah pusat.

“Kalau di sana enggak ada kerjaan, malah bikin susah,” ujarnya.

Jurnalis : Diananta P. Sumedi/ Editor: Satmoko / Foto: Diananta P. Sumedi

Lihat juga...