KAMIS 8 DESEMBER 2016
MATARAM—Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak saja sekedar Perguruan Tinggi (PT) biasa, menambah deretan IAIN lain di Indonesia yang menerima begitu saja semua arus pemikiran.
![]() |
|
Sejumlah pembicara saat berbicara di acara Internasionalconference qur’an, higher education and islamic civilization, qur’anic centere PIU IsBD IAIN Mataram di Hotel Lombok Raya Mataram.
|
Tapi sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) harus memiliki ciri khas dan keunggulan tersendiri dibandingkan PT lain secara umum di Indonesia dan diharapkan bisa melahirkan generasi, pemikir dan lulusan berahlak Qur’ani.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur NTB, Zainul Majdi di acara Internasional conference qur’an, higher education and islamic civilization, qur’anic centere PIU IsBD IAIN Mataram di Hotel Lombok Raya Mataram, Kamis (8/12/2016).
“Visi IAIN Mataram haruslah jelas, menjadikannya sebagai pusat kajian Al-Qur’an yang bisa dibanggakan dan sesuai harapan masyarakat” kata Majdi.
Doktor tafsir lulusan Universitas Kairo Mesir yang juga Ketua Dewan Tanfidziah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) NTB menambahkan, visi IAIN harusnya mampu mengarahkan, mengokohkan iman menguatkan akal.
Karena itu, untuk mewujudkan hal tersebut, selain visi, juga harus dipastikan semua sumber daya diarahkan untuk mewujudkan itu, kalau hanya sekedar pelengkap, kemanfaatan sulit akan maksimal.
“Mahasiswa dan lulusa IAIN Mataram, ahlaknya harus mampu tercermin ahlaknya melalui kehidupan sehari – hari, menghadirkan keteladanan, saya yakin IAIN Mataram akan lebih membanggakan pada masa yang akan datang.”
Sementara itu, Ketua Qur’anic Centere IAIN Mataram, apa yang menjadi harapan dan tantangan Gubernur akan menjadi bahan masukan untuk terus melakukan penataan dan perbaikan sistem pendidikan di IAIN Mataram.
“Keberdaan Qur’anic Centere menjadi salah satu bagian dari komitmen kami, menjadikan IAIN Mataram sebagai pusat kajian Al-Qur’an dan bisa melahirkan lulusan sebagaimana diharapkan masyarakat” katanya.
Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi