Revitalisasi Bandara Syamsudin Noor Bisa Kendalikan Inflasi

RABU, 14 DESEMBER 2016

BANJARMASIN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meyakini, revitalisasi Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, bisa mengendalikan angka inflasi di provinsi setempat. Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan, Fajar Desira, mengatakan, keberadaan bandara berpengaruh terhadap fluktuasi inflasi di daerah.
      

Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah, Kalimantan Selatan, Fajar Desira, menjelaskan revitalisasi bandara di Banjarbaru bisa kendalikan inflasi di wilayah Kalimantan Selatan.

Revitalisasi Bandara Syamsudin Noor memang terkatung-katung setelah pemilik lahan terus menolak rencana pembangunan gedung baru. Di sisi lain, PT Angkasa Pura I (Persero) tak kunjung menetapkan kontraktor yang bertugas menggarap terminal baru Bandara Syamsudin Noor.

“Ada pengaruhnya keberadaan bandara. Solusinya pengembangan bandara mutlak dilakukan. Infonya lelang bandara sudah masuk tahap akhir. Tinggal menunggu legal opinion dari Kejaksaan,” ujar Fajar Desira di sela-sela pertemuan TPID di kantor Bank Indonesia wilayah Kalimantan Selatan, Rabu (14/12/2016).

Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan, Harymurthi Gunawan, membenarkan pengelola Bandara Syamsudin Noor mesti mempercepat revitalisasi perluasan bandara. Menurut dia, lalu lintas angkutan udara melalui Syamsudin Noor menjadi pemicu dominan tingkat inflasi periode Januari-Agustus 2016 di Kalimantan Selatan.

Harymurthi menemukan fakta angkutan udara muncul enam kali sebagai sepuluh besar penyumbang inflasi pada periode Januari-Agustus 2016, selain nasi dengan lauk yang muncul empat kali. Sementara sepuluh besar pemicu inflasi periode Januari-Agustus 2016, terdiri atas angkutan udara, nasi dengan lauk, kue basah, gula pasir, bawang merah, beras, rokok kretek filter, biaya kuliah, emas perhiasan, dan buah pisang.

Menurut dia, percepatan revitalisasi bandara memberikan ruang bagi maskapai untuk meningkatkan frekuensi penerbangan dari dan ke Syamsudin Noor.

“Dapat mengurangi tekanan harga, khususnya pada even-even tertentu,” ujar Harymurthi.

Hary mencatat, inflasi Kalimantan Selatan pada periode Januari-Agustus 2016, tercatat 5,59 persen year on year, jauh di atas rata-rata inflasi nasional sebesar 3,67 persen. Capaian ini membuat Kalimantan Selatan memiliki tingkat inflasi tertinggi se-Indonesia. Menurut dia, karakteristik religius masyarakat Kalimantan Selatan turut mendongkrak inflasi. Karakteristik agamis semacam ini mendorong minat orang menunaikan ibadah haji. Ada pun masa tunggu haji di Kalimantan Selatan saat ini mencapai 27 tahun.

“Maka alternatifnya, memilih umroh saja. Ini yang memaksa tingginya kebutuhan angkutan udara di sini,” kata pria jebolan Universitas Padjajaran Bandung itu.

Dia pun mengusulkan, maskapai membuka penerbangan langsung rute internasional dari dan ke Syamsudin Noor, baik untuk kepentingan haji, umroh, dan pariwisata. Lewat cara ini, ia meyakini, bisa mengurangi tekanan permintaan penerbangan rute domestik yang selama ini kerap transit.

“Inflasi angkutan udara pun terkendali. Maskapai juga dapat meningkatkan kapasitas penumpang dengan ukuran pesawat lebih besar,” demikian ia menambahkan.

Mengutip data manajemen Bandara Syamsudin Noor, Hary menuturkan, jumlah pergerakan penumpang lewat Syamsudin Noor pada 2015 sebanyak 3,54 juta orang. Realisasi ini melebihi kapasitas bandara yang cuma menampung 2,5 juta orang per tahun.

Di tempat terpisah, Pimpinan Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor, Taochid Purnomo Hadi, mengaku sudah berrtemu dengan pihak Kejaksaan Agung untuk meminta legal opinion.
 

“Hasilnya tidak bisa langsung keluar, karena perlu dievaluasi seksama dan berhati-hati agar tidak ada dampak teknis dan hukum yang timbul di kemudian hari,” kata Taochid.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi, Kalimantan Selatan, Rusdiansyah, sepakat revitalisasi mesti dipercepat setelah  kontraktor peserta lelang mengerucut ke tiga nama perusahaan. Pihaknya pun mendorong Pengadilan Negeri Banjarbaru lekas menetapkan keputusan eksekusi lahan demi memudahkan koordinasi.

“Kami berharap secepatnya ditentukan pemenang lelang,” pungkasnya.   

Jurnalis: Diananta P. Sumedi / Editor: Satmoko / Foto: Diananta P. Sumedi

Lihat juga...