RABU 14 DESEMBER 2016
PONOROGO—Ujian Nasional (UN) yang rencananya akan dihapuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) baru-baru ini dibatalkan. Kabar ini langsung mendapat respon positif dari sekolah-sekolah yang ada di Ponorogo.
![]() |
| Kadindik Ponorogo, Tutut Erliena. |
Pasalnya, sekolah di Ponorogo tengah mempersiapkan diri menuju Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Purwo menjelaskan kerugian pasti dialami sekolah.
“Karena penyediaan sarana dan prasarana seperti komputer dan meja kursi, untuk UNBK kan tidak mudah,” jelasnya kepada Cendana News, Rabu (14/12/2016).
Beruntung meski sudah ada wacana tersebut, Dindik tetap mempersiapkan diri untuk pelaksanaan UNBK. “Sebab ya hanya wacana, belum ada surat edaran resmi. Jadi tidak bisa bergantung dengan itu. Akhirnya malah tidak jadi kan,” ujarnya.
Di sisi lain, UN tetap dibutuhkan siswa. Berkaca dari hasil tahun ini dan sebelumnya, sejak ditetapkan tak lagi sebagai standar kelulusan siswa, hasilnya merosot. Setiap tahun menjelang UN, siswa biasanya getol menyiapkan diri mulai les hingga menggelar doa bersama. “Minimal mental siswa terbentuk,” tuturnya.
Jika ada moratorium UN, menurut Purwo, keberhasilan siswa hanya bisa diukur dari bagaimana sekolah menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar (KBM). Hasil yang dicapai siswa selepas lulus bergantung pada karakter sekolah masing-masing. Jika sekolah dapat menyelenggarakan KBM dengan baik, tingkat keberhasilan siswa juga baik. Hal itu diprediksi bisa membuka kesenjangan antarsekolah.
Data terakhir Dindik, total ada 44 sekolah yang digenjot untuk menggelar UNBK 2017 mendatang. Di antaranya ada lima SMA negeri dan swasta, 28 SMK negeri dan swasta, serta 11 SLTP negeri maupun swasta.
Sementara itu, Kadindik Ponorogo, Tutut Erliena menambahkan pihaknya tetap melakukan persiapan UNBK apapun nanti hasilnya. “Karena munculnya wacana itu memang mengagetkan. Sebab, banyak sekolah memang sedang persiapan untuk UNBK,” pungkasnya.
Jurnalis: Charolin Pebrianti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Charolin Pebrianti