SELASA 20 DESEMBER 2016
MATARAM—Momentum hari ibu yang jatuh pada 22 Desember mendatang, Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajak kepada masyarakat untuk melindungi perempuan dan anak, khususnya perempuan lanjut usia (Lansia).Berdasarkan data Dinsos NTB, jumlah lansia terlantar maupun yang ditelantarkan keluarganya mencapai 175 orang di pantai Tresnawerda NTB dan Pantai Meciangi Kabupaten Bima.
![]() |
| Seorang nenek asal Desa Lenek, Kabupaten Lombok Timur nampak menggendong cucunya di rumah bedek beralaskan tanah yang ditinggal ibu dan bapaknya menjadi TKI ke Malaysia |
“Jumlah tersebut baru yang terdata, kalau lansia terlantar maupun ditelantarkan keluarganya di tengah masyarakat jumlahnya bisa lebih banyak” kata Kepala Disos NTB, Ahsanul Khalik usai menghadiri rangkaian puncak peringatan hari ibu di kantor Gubernur NTB, Selasa (20/12/2016.)
Ia mengatakan, di luar delapan pantai asuhan, ada banyak terdapat Lembaga Kesejahteraan Lanjut Usia (LKLU) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang menampung perempuan lansia dan anak.
Kalau LKLU dan LKSA yang dikelola secara mandiri oleh yayasan atau lembaga swasta, lansia dan anak terlantar biasanya tinggal di luar pantai, tapi semua kebutuhan dasar mulai dari makanan dan pakaian ditanggung LKLU dan LKSA.biasanya kebutuhan ditanggung pantai, tetap tinggal di rumah, kalau LKSA memang tetap tinggal di rumahnya.
“Perempuan lansia dan anak terlantar juga merupakan mahluk tuhan yang mesti kita lindungi serta mendapatkan penghidupan layak, karena itu kepada masyarakat marin lindungi lansia dan anak.”
Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi