JAKARTA—Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia Susi Pudjiastuti saat ini sedang mengadakan acara jumpa pers terkait dengan perkembangan terkait dengan penangkapan kapal pencuri ikan dengan para awak media cetak dan elektronik yang dilaksanakan di Lantai VII, Gedung Mina Bahari, Kantor Kementrian KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis pagi (8/12/2016).
Selain dihadiri secara langsung oleh Menteri KKP Susi Pudjiastuti, acara jumpa pers yang dimulai pada sekitar pukul 10:30 WIB tersebut juga dihadiri oleh perwakilan pejabat dari TNI Angkatan Laut, antara lain adalah Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Arie Henrycus Sembiring dan juga dihadiri perwakilan pejabat dari Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia.
Menteri KKP Susi Pudjiastuti pada saat menggelar acara jumpa pers salah satunya menghimbau dan mengajak agar kedepannya semua media cetak maupun elektronik untuk lebih berperan aktif dalam fungsi kontrol dan pengawasan, khususnya yang terkait dengan program-program kerja yang selama ini telah dijalankan oleh Kementrian KKP bersama dengan instansi terkait yang ada di daerah.
Menurut Susi Pudjiastuti, fungsi kontrol dan pengawasan terhadap kinerja dan program KKP yang dilakukan media sangatlah penting dengan demikian ke depannya diharapkan bahwa kinerja KKP lebih efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Susi Pudjiastuti menilai hingga saat ini masih banyak program-program bantuan dari KKP tersebut disinyalir masih yang belum tepat alias salah sasaran.
Menteri KKP mengaku sering menemukan dan menerima laporan saat terjun langsung ke lapangan, berdasarkan cerita dari warga masyarakat yang kebanyakan berasal dari para nelayan penangkap ikan, ternyata bantuan yang selama ini telah diberikan secara cuma-cuma banyak yang tidak sampai ke tangan yang berhak, sebagian bantuan dari KKP disalahgunakan dan diperjualbelikan oleh oknum-oknum pejabat daerah yang tidak bertanggungjawab.
“Maka dari itu saya sebagai Menteri KKP sekali lagi mengajak kepada semua media cetak dan elektronik gara ke depannya lebih aktif dalam melakukan fungsi kontrol dan pengawasan khususnya terhadap semua program-program dan kinerja daripada KKP, salah satunya adalah laporkan saja apabila ternyata ditemukan sesuatu yang tidak beres, bahkan apabila perlu datangi dan wawancarai langsung para nelayan pencari ikan apa kendala dan hambatan mereka, sehingga transparan dan akuntabel” kata Menteri KKP Susi Pudjiastuti saat jumpa pers di kantornya, Kamis (8/12/2016). .