KAMIS, 8 DESEMBER 2016
SUMENEP — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah mengirimkan surat kepada Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Hal itu bertujuan untuk dilakukan survei terhadap semburan yang diduga gas dari sumur bor milik warga daerah setempat agar diketahui secara pasti kandungan semburan tersebut.
![]() |
| Lokasi Sumur Bor Keluar Gas |
Belum adanya tenaga ahli mengenai kejadian semburan gas yang ada di ujung timur Pulau Madura ini terpaksa harus mendatangkan tim survei Badan Geologi di Bandung, supaya semburan dari sumur bor yang telah membuat penasaran banyak orang dapat diketahui secara pasti, apakah semburan gas tersebut berbahaya atau tidak. Karena lokasi semburan gas berada disekitar pemukiman warga, sehingga perlu ditindaklanjuti dengan cepat agar tidak membuat penduduk di desa itu terus merasa khawatir.
“Bapak Bupati sudah mengirimkan surat kepada Badan Geologi untuk mendapat bantuan tenaga ahli agar nanti ada survei lokasi, analisa tehnis dan rencana lebih lanjut. Maka untuk mengantisipasi pelebaran lubang kami telah menyarankan agar galian sumur itu diberi pipa sebagai penahan,” kata Abdul Kahir, Kepala Kantor Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep, Kamis (8/12/2016).
Disebutkan, bahwa pihaknya selaku instansi terkait masih belum bisa memastikan apa kandungan yang keluar dari sumur bor milik warga, sehingga warga sekitar jangan sampai memasuki batas areya yang diberi garis polisi. Sebab belum diketahuinya kandunguan disemburan sumur bor itu pastinya lebih waspada, takutnya nanti semburan tersebut memiliki kandungan berbahaya.
“Makanya ketika sudah diberi pipa seperti itu masyarakat interaksi secara langsung dengan semburan gas tersebut. Karena pipa yang digunakan sebagai penahan tanah dilubang bekas bor, itu juga sebagai pembuangan udara dari semburan sumur,” jelasnya.
Pihaknya berharap masyarakat yang ada di sekitar lokasi semburan gas tidak selalu mendekatinya sebelum ada hasil penelitian dari tim ahli Badan Geologi. Supaya dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan bersama.
Sebelumnya pada hari Selasa (29/11/2016) beberapa waktu lalu, warga digegerkan dengan kejadian semburan lumpur dan gas berbau belerang dari dua sumur milik Sunawi (40) warga Desa Gadding, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep yang sedang mengebor untuk mencari air. Tetapi setelah kedalaman 31 Meter tidak keluar air, melainkan keluar udara berbau belerang, bahkan juga ada semburan lumpur, akibatnya warga sedang berada di sekitar itu langsung lari dan akhirnya pengeboran dihentikan.
Jurnalis: M. Fahrul/Editor: Irvan Sjafari/Foto: M.Fahrul