Libur Natal, Penumpang Pejalan Kaki di Pelabuhan Bakauheni Membludak

SABTU, 24 DESEMBER 2016

LAMPUNG — Arus transportasi liburan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 di Pelabuhan Bakauheni Lampung terus menunjukkan peningkatan. Sejak Jumat (23/12) hingga Sabtu pagi (24/12) pengguna jasa, terutama penumpang pejalan kaki dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera terus menunjukan peningkatan. Beberapa bus bantuan yang disiagakan sejak malam bahkan telah habis diserbu penumpang yang baru turun dari kapal.
Bus memasuki terminal Pelabuhan Bakeuheni

Salah satu petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan, Hasbunal mengungkapkan, sempat terjadi rebutan bus, armada yang disiapkan sejak malam habis akibat banyaknya penumpang yang akan berlibur. Sebagian penumpang bahkan terpaksa harus berdiri akibat kapasitas tempat duduk yang terbatas. Ia bahkan menyebut kapasitas bus dengan kursi sebanyak 42-46 kursi tak lagi bisa menampung berjubelnya penumpang.

“Sebagian penumpang akhirnya memilih travel daripada bus, bahkan ada yang menginap di pelabuhan setelah tiba dari Merak Banten,”terang Hasbunal, petugas Dinas Perhubungan Lampung Selatan yang bertugas di terminal Pelabuhan Bakauheni Sabtu pagi (24/12/2016)
Sementara itu, Kepala Terminal Pelabuhan Bakauheni, Irawan menegaskan, ketersediaan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni mencukupi, terdiri dari berbagai jenis angkutan umum diantaranya ratusan travel, angkutan perkotaan yang siap mengantar penumpang pejalan kaki ke sejumlah tujuan. Meski demikian sebagian besar penumpang memilih naik bus dibandingkan travel.
Peningkatan jumlah penumpang tersebut dibenarkan Edy Hermawan General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bakauheni yang mengaku terjadi peningkatan penumpang pejalan kaki sebanyak 15 persen dibanding hari biasa. Sementara untuk kendaraan pribadi meningkat sebanyak 8 persen, kendaraan sepeda motor meningkat hingga 20 persen dan bus penumpang sebanyak 25 persen. Pencatatan peningkatan arus tersebut didata dalam angkutan terpadu Natal dan Tahun Baru yang terpantau selama 24 jam .
“Terjadi peningkatan arus kedatangan penumpang dari Pulau Jawa dan sebaliknya ke Pulau Sumatera dan dominasi kedatangan penumpang pejalan kaki dari Jawa terjadi pada malam hingga pagi hari”terang Eddy Hermawan.
Prioritas terhadap pelayanan angkutan libur Natal dan Tahun Baru bagi penumpang pejalan kaki dan kendaraan pribadi membuat sejumlah kendaraan truk ekspedisi mengalami penurunan. Sesuai edaran Kemenhub khusus kendaraan muatan berat sementara dibatasi untuk menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni sehingga terjadi penurunan jumlah dari sekitar 2.500 menjadi 2.000 perhari.

Antisipasi tidak terangkutnya penumpang dan kendaraan ASDP Bakauheni bahkan menyiagakan kapal kapal berkapasitas besar lebih dari 5000 GT sehingga penumpang tidak banyak yang harus mengantri lama di kantong parkir. Sementara truk ekspedisi mulai diseberangkan setelah kendaraan pribadi masuk ke kapal untuk memprioritaskan pengguna jasa yang akan berlibur.

Khusus untuk pengamanan selama arus libur Natal dan Tahun Baru Polres Lampung Selatan menyiapkan satu unit pos terpadu Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 dengan mengerahkan personil dari satuan Sabhara Polres Lampung Selatan dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni.
Menurut Kepala Bagian Operasional Polres Lampung Selatan, Kompol M Reza CAS mendampingi Kapolres Lampung Selatan, AKBP Adi Ferdian Saputra, pengamanan dilakukan anggota polisi di titik titik penting Pelabuhan Bakauheni diantaranya di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, terminal, loby pembelian tiket, gangway pejalan kaki serta titik pintu keluar Pelabuhan.
“Selain personil polisi laki laki juga ditempatkan beberapa personil Polwan yang ditempatkan di titik khusus untuk membantu para penumpang yang akan menyeberang dari Sumatera menuju Pulau Jawa,”ungkapnya.
Arus kendaraan truk di pelabuhan Bakauheni

Hingga saat ini arus kedatangan penumpang berbagai jenis dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa meningkat meski dominan lebih banyak dari Pulau Jawa. Pihak ASDP Bakauheni memprediksi arus balik dari Pulau Sumatera akan terjadi setelah tahun baru 2017 saat liburan berakhir.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...