Kehabisan Perahu, Wisatawan Batal Pergi Ke Pulau Pahawang

MINGGU, 11 DESEMBER 2016
LAMPUNG — Pulau Pahawang di Kabupaten Pesawaran Lampung, masih menjadi magnet bagi wisatawan lokal Lampung maupun luar Lampung, terutama dari wilayah Jakarta, Sumatera Selatan dan daerah lain selama musim liburan panjang seperti di akhir pekan ini. Namun, sejumlah wisatawan yang sedianya hendak ke Pulau Pahawang terpaksa urung, karena terbatasnya perahu wisata.
Perahu Wisata menuju Pulau Pahawang penuh penumpang.
Ratusan wisatawan yang datang ke Pulau Pawahang sebagian tertarik untuk melihat keindahan alam bawah laut dengan aktifitas snorkeling dan diving (menyelam) serta aktifitas lain setelah pulau tersebut terkenal di dunia maya melalui media sosial. Kondisi tersebut mengakibatkan pengelola perahu wisata kewalahan menyediakan perahu.
Kendati puluhan perahu milik masyarakat yang selama ini digunakan untuk mencari ikan juga sudah diperbantukan, namun sebagian besar perahu milik masyarakat itu ternyata juga sudah dipesan jauh hari sebelumnya. Tak urung, sebagian wisatawan lokal terpaksa membatalkan niat untuk berangkat ke Pulau Pahawang. 
Beruntung, beberapa destinasi wisata di sekitar Kabupaten Pesawaran seperti wisata bahari masih bisa menjadi alternatif lain. Di antaranya, Pantai Duta Wisata, Pantai Sari Ringgung, Pantai Klara, Pantai Ketapang dan beberapa pantai lain.
Salah-satu pengelola biro perjalanan wisata di Lampung, Andini, Open Trip Pahawang oleh biro perjalanan miliknya selalu penuh di akhir pekan, terutama di musim libur panjang. Dalam kondisi ramai seperti empat hari terakhir ini, pihaknya harus jauh-jauh hari memesan pengelola perahu wisata untuk mengakomodasi wisatawan yang menggunakan jasanya.
Andini yang memiliki biro jasa wisata dan travel bahkan telah menyediakan akomodasi penjemputan menggunakan travel dari Pelabuhan Bakauheni sebanyak 3 unit travel untuk dibawa ke Pantai Klara, sebagai titik poin keberangkatan wisatawan yang menggunakan jasanya.
“Banyak perahu yang memang sudah dipesan satu paket perjalanan. Jadi, tidak bisa mengantar pulang pergi. Kalau sekarang ini kehabisan perahu wisata, itu karena memang saat ini kunjungan ke Pulau Pahawang meningkat dengan liburan cukup panjang ini,” terangnya, Minggu (11/12/2016).
Andini memastikan, pelanggan biro perjalanan wisata yang dikelolanya saat ini sudah berada di Pulau Pahawang. Berangkat sejak Sabtu (10/12/2016), dan menginap di beberapa homestay yang bekerjasama dengan biro perjalanan wisata miliknya. Selama musim liburan akhir pekan, ia mengaku sebanyak 25-50 orang menggunakan jasa biro perjalanan wisata miliknya. Sementara pada liburan panjang kali ini, 50-100 orang sudah memesan jauh hari sebelumnya.
Menurut Andini, keterbatasan perahu wisata cukup wajar, karena banyak wisatawan yang belum pernah ke Pulau Pahawang atau berkunjung untuk kedua kalinya mengajak rekan kerja saat liburan. Meningkatnya kunjungan wisatawan tersebut juga mengakibatkan kenaikan biaya sewa perahu wisata yang bisa mencapai mencapai Rp. 750.000 Per Hari dari harga di hari biasa yang hanya Rp. 600.000. Kecuali itu, biaya tersebut juga bisa berubah sewaktu-waktu.
“Harga tersebut tergantung kesepakatan dan hasil negosiasi antara wisatawan dan pemilik perahu, yang biasanya berkapasitas lima belas orang, dengan waktu tempuh dari Pantai Klara menuju Pulau Pahawang selama 100 Menit”, jelasnya.
Dermaga Pantai Klara, salah-satu titik menuju Pulau Pahawang.
Sementara itu salah-satu wisatawan yang terpaksa batal menikmati keindahan Pulau Pahawang, Natalia (33), mengaku kecewa karena armada perahu yang biasa digunakan sudah penuh dipesan oleh wisatawan lain. Ia pun bersama 10 orang kawannya terpaksa memilih berwisata ke tempat lain dan memilih berwisata ke sekitar Pantai Klara. 
Sejumlah perahu wisata yang biasa memberangkatkan wisatawan ke Pulau Pahawang, meski menggunakan perahu kayu bermesin namun sebagian besar dilengkapi dengan standar keamanan. Di antaranya life jacket  atau pelampung.
Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) Lampung, Sumpeno Yuwono, mengatakan, saat ini pihaknya belum menerjunkan personilnya selama dalam kegiatan wisata liburan panjang kali ini. Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Desa di sekitar tempat wisata pantai untuk memperhatikan keselamatan wisatawan dan meminta kepada pemilik perahu wisata menyiapkan fasilitas pelampung.
Sumpeno memastikan, pihaknya akan selalu siap bergerak saat dibutuhkan, dan senantiasa berkoordinasi dengan pengelola wisata melalui sarana komunikasi yang ada jika terjadi insiden di tempat wisata yang dinilali perlu mendapatkan penanganan dari Tim SAR Lampung. 

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Koko Triarko / Foto : Henk Widi

Lihat juga...