RABU, 14 DESEMBER 2016
MAUMERE — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Maumere St.Thomas Morus menghimbau masyarakat Indonesia umumnya dan kabupaten Sikka khususnya agar tidak terprovokasi oleh kejadian penyerangan murid SDN1 Seba kabupaten Sabu Raijua, kemarin.
![]() |
| Situasi pelabuhan Seba, kabupaten Sabu Raijua Selasa (13/12/2016) yang dipenuhi masyarakat.[ist] |
Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua Presidium PMKRI cabang Maumere, Martinus Laga Muli dan Sekertaris Jendral, Mario Fernandez, terhadap kejadian ini, sebagai organisasi mahasiswa pihaknya turut prihatin terhadap keluarga korban yang mengalami trauma dan terpukul atas kejadian tersebut.
PMKRI berharap keluarga korban dapat melalui persoalan ini dengan tenang dan ketabahan hati, hingga menggapai konklusi yang memuaskan. Pihak berwajib pun diminta untuk mengusut tuntas persoalan ini termasuk apabila ada pihak lain yang berada di belakang aksi tersebut.
![]() |
| Ketua Presidium PMKRI cabang Maumere St.Thomas Morus, Martinus Laga Muli |
Sebagai organisasi perjuangan dan pembinaan PMKRI Mauemere yang merasa menjadi bagian internal dari bangsa ini, mengimbau agar masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat Sikka khususnya tidak terpengaruh dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
Dengan sangat rendah hati pihaknya meminta kepada aparat keamanan kabupaten Sikka untuk memfokuskan pengamanan menjelang Natal dan tahun baru kali ini agar kejadian-kejadian yang tidak diinginkan dapat dihindari.
PMKRI cabang Maumere Santo Thomas Morus dengan keras mengutuk oknum-oknum yang dengan sengaja melakukan tindakan kekerasan dan tidak berperikemanusiaan.
Jurnalis : Ebed de Rosary / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary
