Cairkan KIP, 109 Siswa SMAN 1 Sidomulyo Tempuh Jarak Puluhan Kilometer

RABU, 14 DESEMBER 2016

LAMPUNG — Sebanyak 109 siswa sekolah menengah atas menerima pencairan program Indonesia pintar melalui dana kartu indonesia pintar (KIP) di salah satu bank pemerintah di kota Kalianda Lampung Selatan. Menurut Hariyanto selaku wakil kepala bidang kesiswaan SMAN 1 Sidomulyo dalam pencairan KIP tahap ke-7 dan ke-8 tersebut merupakan siswa kelas X, XI dan XII siswa laki laki dan perempuan yang memiliki hak untuk menerima dana KIP.
Siswa mengantri pencairan KIP
Hariyanto menerangkan, sebagian siswa yang datang sejak pagi hari telah mendapatkan pemberitahuan sebelumnya menggunakan hari operasional sekolah dengan menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer dari Kecamatan Sidomulyo. Sebagian siswa bahkan harus menyewa ojek dan naik angkutan umum dari rumah masing masing untuk menerima pencairan dana KIP di salah satu bank yang ditunjuk, yakni Bank BNI cabang Kalianda.
“Sebelum pencairan, memang telah diumumkan sebelumnya agar bisa datang sejak pagi karena penerima di SMAN 1 Sidomulyo cukup banyak dan harus menempuh perjalanan yang jauh,”ungkap Hariyanto,  wakil kepala bidang kesiswaan SMAN 1 Sidomulyo saat ditemui Cendana News, Rabu (14/11/2016).
Disebutkan, 109 siswa yang berhak mencairkan KIP diwajibkan membawa kartu siswa dan mengenakan seragam sekolah saat proses pengambilan karena proses terjadi pada saat jam belajar. Besaran pencairan, bagi masing-masing siswa kelas X sebesar Rp500.000,- kelas XI dan kelas XII dana yang diperoleh Rp1.000.000,-
Hariyanto, Waka Bidang Kesiswaan
Meski senang sebagian anak didiknya mendapat bantuan dana, namun jarak bank dengan rumah siswa yang cukup jauh masih jadi kendala. Bank yang jaraknya cukup jauh dengan sekolah menurutnya akan lebih baik jika diambil secara kolektif dan diwakilkan menggunakan surat kuasa namun karena sudah sesuai dengan kesepakatan bank yang ditunjuk.
Selain itu, pencairan uang KIP yang diterima oleh para siswa menurutnya sering mengalami kendala terutama dalam penggunaan yang tidak semestinya oleh para siswa. Beberapa kasus beberapa siswa dalam pencairan dana KIP tahap sebelumnya sebagian tidak dipergunakan untuk keperluan sekolah bahkan ada yang dipergunakan untuk membeli telepon seluler, pulsa dan bahkan untuk membayar setoran angsuran kendaraan roda dua.
“Kita selalu himbau dan beri pengarahan kepada semua siswa agar penggunaan uang yang diberikan melalui KIP sesuai untuk keperluan sekolah,”terang Hariyanto.
Ia bahkan menegaskan pencairan dana KIP yang sengaja akan digunakan untuk keperluan sekolah memang harus diawasi oleh pihak guru dan SMAN 1 Sidomulyo  meminta siswa untuk tidak mempergunakan bagi keperluan lain. Sebagai langkah bijaksana setelah siswa menerima uang KIP maka sebagian besar diserahkan ke pihak sekolah dan siswa diperkenankan mengambil sekitar Rp100.000 untuk keperluan operasional siswa diantaranya untuk biaya ojek.
Salah satu siswa kelas XII Fedro Hariawan (17) yang menerima uang KIP sebesar Rp.1juta mengaku uang yang dicairkan akan diserahkan ke pihak sekolah untuk keperluan sekolah. Sementara saat dirinya akan membutuhkan uang untuk membiayai uang SPP dan lain-lain bisa meminta kepada pihak sekolah.
Siswa SMAN 1 Sidomulyo menunggu pencairan KIP
Selama ini penggunaan uang KIP menurut Fedro akan dipergunakan untuk keperluan membeli pakaian sekolah buku tulis, ongkos sekolah serta keperluan sekolah dan tidak diperbolehkan mempergunakan untuk keperluan lain. Ia berharap selanjutnya pencairan KIP bisa dilakukan di bank yang dekat dengan sekolah karena siswa tak perlu mengeluarkan ongkos untuk datang ke bank di Kalianda.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...