Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Cabai Tembus Rp 70 Ribu

RABU, 21 DESEMBER 2016

YOGYAKARTA — Memasuki libur sekolah, Natal, dan tahun baru, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Yogyakarta hingga Rabu (21/12/2016) ini, diketahui cenderung masih relatif stabil. Meski begitu, beberapa komoditi diketahui mulai mengalami peningkatan atau lonjakan harga cukup signifikan. Komoditi yang mengalami lonjakan harga paling signifikan ialah sayuran, khususnya cabai jenis rawit merah. Harga cabai yang biasa digunakan untuk membuat sambal ini, diketahui melonjak dari semula Rp 50 ribu per kilogram menjadi Rp70 ribu per kilogram.

Pedagang cabe dan kebutuhan pangan lain di  Pasar Tradisional Beringharjo, Yogyakarta.

Salah seorang pedagang Pasar Tradisional Beringharjo, Yani (52), menuturkan, peningkatan atau lonjakan harga cabai jenis rawit merah tersebut, terjadi sejak 3 hari terakhir. Penyebabnya, tingginya permintaan masyarakat yang tidak sebanding dengan jumlah produksi.

“Banyak permintaan dari luar daerah. Seperti Jakarta, Surabaya, dll. Sementara, hasil panenan tidak ada. Sehingga barang yang ada harus dibagi-bagi. Otomatis harga meningkat. Pengalaman setiap musim liburan, harga cabai memang selalu meningkat. Perkiraan peningkatan ini masih akan terjadi sampai akhir tahun nanti,” ujarnya, saat ditemui di los pedagang sayur dan buah Pasar Beringharjo, Rabu (21/12/2016).

Untuk harga cabai jenis lainnya diketahui masih relatif stabil. Misalnya, cabai jenis rawit ijo yang berkisar di harga Rp 55 ribu per kilogram, cabai jenis keriting merah yang berkisar di harga Rp 45 ribu per kilogram, cabai keriting ijo yang berkisar di harga Rp 27 ribu per kilogram, cabai jenis teropong merah yang berkisar di harga Rp 40 ribu per kilogram, serta cabai jenis teropong ijo yang berkisar di harga Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan untuk bawang merah, berkisar di harga Rp 35 ribu per kilogram.

Lain halnya dengan cabai, komoditi bahan pokok lainnya seperti beras diketahui masih relatif stabil. Untuk beras jenis mentik susu, diketahui masih berada di kisaran Rp11 ribu per kilogram,  beras jenis C4 super berada di kisaran Rp 10 ribu per kilogram, dan beras jenis rojo lele berada di kisaran Rp12 ribu per kilogram.

Untuk komoditi telur ayam diketahui sedikit mengalami peningkatan. Harga telur yang sebelumnya di kisaran Rp 20 ribu per kilogram meningkat menjadi Rp 22 ribu per kilogramnya. Begitu juga dengan harga daging ayam yang juga sedikit mengalami peningkatan dari semula Rp 30 ribu per kilogram menjadi Rp 32 ribu per kilogramnya. Sedangkan daging sapi dan kambing stabil di kisaran Rp 120 ribu per kilogram dan Rp100 ribu per kilogramnya.

Harga daging ayam yang sedikit mengalami peningkatan dari semula Rp 30 ribu per kilogram menjadi Rp 32 ribu per kilogram.

“Untuk peningkatan harga daging ayam dan telur sudah terjadi sejak 3-7 hari terakhir. Hal ini kemungkinan terjadi karena sekarang memasuki masa liburan sekolah. Pada masa liburan seperti sekarang, biasanya memang harga naik, karena banyak orang menggelar berbagai acara, seperti hajatan, dan lainnya. Kemungkinan kenaikan ini masih akan terjadi sampai libur sekolah dan tahun baru selesai, ” ujar salah seorang pedagang, Partini (37).

Sebelumnya, sebagai upaya mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok yang biasanya terjadi menjelang libur sekolah, Natal, dan tahun baru, BULOG DIY menggelar acara Pasar Murah dan Operasi Pasar Beras CBP (Cadangan Beras Pemerintah), pekan ini. Selain sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya kenaikan harga, BULOG juga menggelar acara ini dalam rangka mengamankan serta menekan kenaikan harga pangan yang mungkin akan terjadi, khususnya di wilayah DIY dan sekitarnya.

Sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, telur ayam, bawang merah, hingga cabai dijual dengan harga di bawah pasaran. Meskipun diakui selisihnya tak terpaut jauh dengan harga di pasaran. Yakni Rp 11 ribu per kilo untuk beras jenis mentik susu, Rp 9.600 per kilo untuk beras jenis C4 super, Rp 12 ribu per kilo untuk gula pasir, Rp 30 ribu per kilo untuk bawang merah, Rp 40 ribu per kilo untuk cabai keriting, Rp7 ribu per kilo untuk tepung terigu, Rp 20 ribu per kilo untuk telur ayam, dan Rp 12 ribu per liter untuk minyak goreng.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto: Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...