Akibat Serangan Hama Lembing dan Burung, Hasil Panen Padi di Lampung Menyusut

JUMAT, 2 DESEMBER 2016

OLEH HENK WIDI
 
LAMPUNG—Puluhan petani di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan mengalami penurunan hasil produksi panen padi akibat serangan hama lembing dan burung. Petani bahkan harus berangkat sejak Subuh untuk mengatasi hama burung yang menyerang tanaman padi berusia muda dan sebagian menyerang tanaman padi yang hampir panen. Beberapa petani yang tanaman padi miliknya diserang hama lembing bahkan terpaksa harus memanen padi untuk menghindari kerugian lebih besar meski sebagian padi yang dipanen masih belum begitu masak. Salah satu petani di antara ratusan petani pemilik puluhan hektar sawah di wilayah tersebut mengkhawatirkan serangan lembing dan burung akan mengakibatkan kerugian besar dengan menyusutnya hasil panen dibanding masa panen sebelumnya.

Hama lembing dan burung akibatkan petani panen lebih awal.

Serangan hama lembing dan burung bahkan diakui salah satu petani di Desa Pasuruan, Tejo (45) menyusut hingga sekitar 20 persen. Susutnya hasil panen padi tersebut diakui Tejo akibat rontoknya sebagian besar bulir padi saat diserang hama burung dan meski masih berada di batang namun bulir padi yang telah diserang burung tidak berisi. Sementara akibat serangan hama lembing daun tanaman padi menjadi rontok dan petani terpaksa memanen sepekan lebih awal dari perkiraan panen akibat khawatir bulir padi akan semakin berkurang.

“Beruntung padi yang kami tanam dari varietas Ciherang hanya untuk konsumsi sendiri karena serangan hama lembing mengakibatkan beras saat digiling menjadi berwarna hitam meski masih layak dikonsumsi,” ungkap Tejo saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (2/12/2016).

Berbagai langkah bahkan telah dilakukan di antaranya dengan menggunakan pestisida untuk serangan hama lembing, memasang perangkap untuk burung. Namun akibat masa panen yang tak berbarengan membuat hama lembing yang telah menyerang lahan sawah di wilayah desa tetangga berpindah ke areal sawah yang masih belum memasuki masa panen. Saat dilakukan panen pada akhir pekan ini Tejo mengakui hasil panen yang dihasilkan berkurang dari biasanya yang mendapatkan hasil sekitar 100 karung menjadi hanya sekitar 80 karung. Serangan hama burung dan lembing dipastikan membuat hasil panen padi menyusut sekitar 20 persen dari musim panen sebelumnya.

Hama lembing warna hitam ikut terbawa pada bulir.

Tejo merupakan salah satu petani yang cukup beruntung karena masih bisa memanen padi miliknya sebab sebagian petani justru hanya melakukan pemilahan pada tanaman padi yang terkena serangan hama lembing. Sebagian warga membiarkan padi yang telah terkena serangan hama lembing dengan menjadikannya sebagai makanan untuk ternak kerbau dan sapi. Lembing yang menempel pada batang padi bahkan masih terbawa ke rumah saat akan dijemur. Saat proses penjemuran sebagian lembing yang terbawa tersebut terpaksa diayak menggunakan alat khusus agar tidak ikut tergiling di mesin penggilingan.

Tejo menyebutkan, dua pekan sebelumnya petugas dari Balai Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) tekah melakukan pemeriksaan terhadap area yang diserang hama lembing dan burung. Bahkan pihak BP3K telah melakukan penyemprotan obat pembasmi hama. Namun akibat keterbatasan peralatan tidak semua padi milik petani yang diserang hama lembing bisa disemprot.

Sementara itu salah satu Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT0, Syarifudin mengatakan, serangan hama lembing yang terjadi pada tanaman padi di wilayah tersebut disebabkan karena masa tanam yang tidak serempak. Ia mengungkapkan, perlu ada keseragaman pada varietas dan jadwal dimulainya masa tanam. Hama yang menyerang tanaman padi itu bisa diatasi dengan melakukan pola penanaman serempak.

“Banyak petani yang sengaja berkejaran dengan waktu seiring dengan lahan sawah yang akan terkena dampak jalan tol Sumatera. Akibatnya ada yang menanam duluan sehingga tidak serempak dan hama lembing menyerang,” ungkapnya.

Ia berharap, pada masa tanam selanjutnya, petani bisa melakukan pola tanam serempak untuk menghindari serangan hama. Serangan hama burung yang dominan terjadi akibat pola tanam padi tidak serempak, membuat burung-burung terus mendapat pasokan makanan dan berkembang biak dengan cepat. Berbagai cara tradisional dilakukan dengan memasang perangkap dan menakut-nakuti hewan yang banyak menyerang tanaman padi saat pagi hari dan sore hari tersebut. Serangan hama lembing dan burung dipastikan menjadi penyebab utama menyusutnya hasil tanaman padi pada masa panen akhir tahun ini.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...