Serikat Pelaut Indonesia Kunjungi Kedutaan Besar Filipina di Jakarta

SELASA, 31 MEI 2016

JAKARTA — Beberapa pengurus dari Serikat Pelaut Indonesia (SPI) siang tadi berkesempatan mengunjungi Kediaman Duta Besar Filipina untuk Indonesia yang beralamatkan di Jalan   Tuanku Imam Bonjol No. 8, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (31/5/2016). Tampak terlihat hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum SPI Pius Laja Pera, Wakil Ketua Umum SPI Andy Andreas B-Soi dan Pembina SPI yaitu FA. Manara Lodewijk Hutapea. Mereka diterima secara langsung oleh perwakilan Kedutaan Besar Filipina untuk Indonesia Mr. Roberto G. Manalo di ruang tamu Kediaman Duta Besar Filipina.

Kunjungan SPI tersebut sebagai sebuah bentuk ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Filipina yang telah berhasil melakukan upaya negosiasi bersama Pemerintah Indonesia terkait dengan pembebasan 14 Anak Buah Kapal (ABK) yang semuanya bekerja sebagai pelaut berkewarganegaraan Indonesia (WNI). SPI menilai bahwa Pemerintah Filipina sangat peduli dan telah bekerja sama dengan baik sehingga semua sandera dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan sehat wal afiat.
Cendana News mendapatkan sebuah kehormatan sebagai satu-satunya media nasional yang melakukan peliputan secara eksklusif dalam acara pertemuan antara pengurus pusat SPI dengan perwakilan Kedutaan Besar Filipina untuk Indonesia di Jakarta. Awalnya pertemuan dijadwalkan pada pukul  pukul 10:00 WIB, namun karena sesuatu hal, maka pertemuan akhirnya baru dimulai pukul 11:00 WIB, sedangkan pertemuan sendiri berakhir pada pukul 12:30 WIB.
Sebelumnya diberitakan, awalnya 10 ABK Kapal Tongkang disandera oleh kelompok teroris Abu Sayyaf di perairan internasional saat melakukan perjalanan dari Filipina ke Indonesia. Belum sempat 10 ABK tersebut dibebaskan, 4 orang ABK kembali disandera oleh kelompok Abu Sayaf di tempat yang sana. Sehingga totalnya ada 14 orang WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf, mereka semua ditawan dan dibawa di sebuah pulau terpencil di daerah Mindanao, Filipina.
Menghadapi persoalan tersebut, Pemerintah Indonesia langsung menyiapkan beberapa opsi untuk membebaskan sandera, antara lain pembebasan sandera dengan menggunakan jalur pendekatan secara diplomasi dan pembebasan sandera dengan pendekatan dengan cara operasi militer. Namun akhirnya melalui pendekatan secara diplomatis ke 14 ABK Indonesia berhasil dibebaskan dan selamat tiba kembali di tanah air, meski sebenarnya Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah siap 100 % untuk melakukan operasi militer untuk membebaskan sandera.
Ada 3 agenda utama yang ingin disampaikan SPI dalam pertemuan dengan perwakilan Kedutaan Besar Filipina di Jakarta, antara lain :
1. SPI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Filipina terkait dengan upaya negosiasi pembebasan 14 pelaut ABK yang sempat disandera kelompok teroris Abu Sayyaf di Filipina.
2. SPI bermaksud mengundang Duta Besar Filipina atau yang mewakili dalam acara syukuran dalam rangka ulang tahun SPI yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Sabtu (4/6/2016) pukul 19:00 WIB di Hotel Mercure, Jalan Cikini Raya No. 66, Menteng, Jakarta Pusat.
3. SPI bermaksud dalam waktu dekat akan menjalin kerjasama dan pelatihan dengan organisasi pelaut sipil dari Filipina dalam berbagai hal.
Charge d’Affaires Kedutaan Besar Filipina di Jakarta Mr. Roberto G. Manalo mengatakan “atas nama Pemerintah Filipina, dengan senang hati saya menerima kunjungan Ketua dan Wakil Ketua SPI, Pemerintah Filipina sebenarnya sejak dulu telah menjalin hubungan baik secara bilateral dengan Pemerintah Indonesia, sementara itu terkait dengan pembebasan sandera, kami  berharap semoga kedepannya tidak ada lagi kejadian penyanderaan yang sempat dialami oleh 14 ABK dari Indonesia” terangnya, Selasa siang (41/5/2016).
Ketua Umum SPI, Pius Laja Pera mengatakan “kami dari SPI sengaja berkunjung ke Kedutaan Besar Filipina untuk Indonesia di Jakarta, salah satunya mengucapkan terima kasih atas upaya Pemerintah Filipina yang berperan dalam pembebasan 14 ABK yang sebelumnya sempat disandera oleh kelompok teroris Abu Sayyaf di sebuah pulau di Filipina, selain itu kami dengan hormat mengundang secara resmi Duta Besar Filipina atau yang mewakili untuk datang pada acara syukuran dalam rangka HUT SPI minggu depan” katanya saat pertemuan di kompleks Kedutaan Besar Filipina.(Eko Sulestyono)
Lihat juga...