JUMAT, 10 JUNI 2016
MATARAM — Seringnya objek pariwisata menjadi sasaran peredaran narkoba membuat Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) memperketat pemeriksaan, terutama kapal penyebrangan di Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.
Atas langkah Polda NTB tersebut, Bupati KLU, Najmul Ahyar mengaku sangat mendukung langkah yang dilakukan Polda NTB mencegah predaran narkoba di NTB, terutama di sejumlah objek wisata KLU, dengan memperketat pengawasan terhadap kapal penyebrangan dari Pulau Dewata Bali menuju Gili Trawangan.
“Objek wisata Gili Trawangan KLU selama ini memang banyak menjadi sorotan predaran narkoba, karena itu saya kira langkah dilakukan Polda NTB sudah tepat” kata Najmul di Mataram, Jum’at (10/6/2016).
Selain itu, kata Ahyar, sebagai upaya mendukung mencegah predaran narkoba masuk KLU, Pemda KLU akan memaksimalkan pelabuhan penyebrangan yang ada seperti Teluk Nare dan Kayangan, dengan membangun pos pemeriksaan bagi setiap wisatawan yang hendak masuk KLU.
Dikatakan, selama ini wisatawan dari Bali begitu saja melakukan penyebrangan masuk Gili, tanpa pengawasan ketat, sehinggga celah itulah dijadikan peluang bagi para pelaku kejahatan narkoba masuk Gili Trawangan.
“Masalah narkoba belakangan ini memang menjadi permasalahan cukup memperihatinkan dan membutuhkan penanganan serius, kalau tidak bisa menimbulkan bencana bagi masyarakat kita, terutama generasi muda” tutupnya(Turmuzi)