Umat Muslim di Indonesia Masih Tertinggal

JUMAT, 10 JUNI 2016

YOGYAKARTA — Kendati umat Islam di seluruh dunia dikatakan sebagai negara kaya, namun secara keumatan umat muslim di dunia masih berada di kelas menengah ke bawah. Dari 100 orang terkaya di Indonesia, hanya 10 orang yang merupakan umat muslim. Sementara dari 100 orang miskin di Indonesia, 90 di antaranya adalah umat muslim.

Endy Abdurrahman, Dirut BMI
Karenanya, PP Muhammadiyah akan menyegerakan peningkatan pembangunan bidang ekonomi sebagai salah satu kekuatan peradaban maju, yang bagi Muhammadiyah disebut peradaban berkemajuan. Selain itu, juga karena umat muslim di Indonesia memang masih sangat tertinggal di bidang ekonomi.
Demikian disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat penanda-tanganan kerjasama di bidang pembiayaan dan perbankan bersama Bank Muamalat Indonesia (BMI), di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (10/6/2016).
Lebih jauh, Haedar mengatakan, berbagai kendala memang masih harus diatasi. Antara lain, merubah kultur umat muslim di Indonesia yang selama ini berkembang di tengah budaya komunal, yang menurut Haedar, membuat umat muslim dan masyarakat pada umumnya di Indonesia masih mengedepankan jiwa sosialnya ketimbang profesionalitasnya di bidang ekonomi. Namun demikian, dengan tekad kuat dan kerjasama banyak pihak, Haedar optimis umat muslim akan bisa menjadi umat yang berdaya secara ekonomi.
Kerjasama ekonomi PP Muhammadiyah
Sementara itu, Direktur Utama BMI, Endy Abdurrahman, mengatakan, kerjasama dengan PP Muhammadiyah untuk bidang pembiayaan dan perbankan dengan besaran anggaran senilai Rp. 1 Triyun, diharapkan mampu memberdayakan umat muslim. “PP Muhammadiyah sebagai organisasi besar Islam di Indonesia, tentu juga akan meningkatkan pemanfaatan program-program BMI di masa mendatang”, pungkasnya. (koko)
Lihat juga...