RABU, 1 JUNI 2016
CILANDAK — Sebanyak 54 orang Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Pemimpin Tinggi Polri (Sespimti Polri) Angkatan 25 TA. 2016 mengujungi Bhumi Marinir Cilandak, Selasa (31/05/2016).

Kunjungan Pasis Sespimti Polri yang didampingi oleh 10 orang Tim Pendamping dipimpin oleh Kombes Pol Supyan Sharif dalam rangka Kunjungan Kuliah Lapangan (KKL) tersebut diterima oleh Komandan Pasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Hasanudin yang diwakili Wadan Pasmar-2 Kolonel Marinir Yuliandar TD di Batalyon Infanteri-6 Marinir.
Wadan Pasmar-2 Kolonel Marinir Yuliandar TD dalam sambutannya dihadapan para Pasis Sespimti Polri itu menyampaikan bahwa Korps Marinir Indonesia atau Kormar adalah salah satu Komando Utama (Kotama) TNI Angkatan Laut. Dalam struktur organisasi TNI AL, Korps Marinir adalah sebuah Komando Utama yang saat ini kekuatan Korps Marinir TNI AL terbagi menjadi 2 yaitu Pasmar-1 di Sidoarjo, dan Pasmar 2 di Jakarta yang masing-masing dipimpin oleh seorang Komandan Perwira Tinggi Marinir Bintang Satu (Brigjen TNI Marinir).

Setiap Pasmar, lanjutnya, membawahi Brigade Infanteri Marinir, Resimen Bantuan Tempur Marinir (Menbanpurmar), Resimen Artileri Marinir (Menartmar) dan Resimen Kavaleri Marinir (Menkavmar). Brigade Infanteri Marinir yang ada sekarang 3 Brigade melingkupi 10 Batalyon Infanteri Marinir. Satuan elit Korps Marinir TNI AL dinamakan Intai Amfibi (Taifib), satuan anti-teror TNI Angkatan Laut dinamakan Detasemen Jala Mengkara (Denjaka), Komando Latih Marinir (Kolatmar), Pangkalan Marinir Jakarta, Pangkalan Marinir Surabaya dan Rumah Sakit Marinir Cilandak.
“Secara umum Korps Marinir sampai saat ini mampu mendukung kesiapan operasi satuan atas, dengan tetap memperhatikan dan memantau kerawanan yang terjadi di wilayah kerja sesuai tugas pokoknya. Korps Marinir senantiasa dapat mengoptimalkan serta meningkatkan pengawasan perbatasan wilayah baik darat, laut maupun udara yurisdiksi nasional, khususnya di daerah perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar.
Tugas dari kesatuan-kesatuan Marinir ini sangat beragam, meliputi pendaratan amfibi yang merupakan fungsi hakiki, pertahanan pantai, pertahanan pangkalan, tugas-tugas di atas kapal perang, pasukan keamanan kedutaan/Istana Presiden, raid amfibi, operasi bawah air, tugas-tugas komando, anti teroris, perlindungan dan keamanan obyek-obyek vital dan lain-lain.
Kesatuan Marinir yang berkembang sedemikian rupa sehingga mempunyai ciri kemampuan yang berbeda dalam melaksanakan tugas.
Namun pada umumnya satuan Marinir tidak meninggalkan ciri khasnya sebagai pasukan pendarat amfibi karena pendaratan amfibi ini merupakan hakekat keberadaannya dan sampai saat ini Korps Marinir melaksanakan OMSP yang bersinergi dengan Polri diantaranya Pam Ibukota, Poso, Aceh, SAR dan lain sebagainya, tambahnya.
Sementara itu, dalam rangkaian kunjungan tersebut selain menyaksikan penayangan profil Marinir, pertukaran cinderamata dan sesi foto bersama, dilanjutkan dengan tour facility menggunakan tank amfibi BMP-3F. Para Pasis Sespimti Polri berkesempatan mengemudikan tank amfibi BMP-3F, serta menerima brevet kehormatan Kavaleri Marinir yang disematkan oleh Danmenkav-2 Mar, kemudian diakhiri dengan menembak pistol dan ramah tamah.(Sumber Berita : DISPEN KORPS MARINIR)