SENIN, 14 MARET 2016
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA — Pasca banjir bandang di Kota Yogyakarta, dilaporkan sebanyak 76 sumur warga tercemar tinja dan limbah sungai. Sejumlah upaya pembersihan kini dilakukan oleh berbagai dinas terkait.
![]() |
| Kepala Seksi Kedaruratan Bencana BPBD DI Yogyakarta, Danang Samsu |
Kepala Seksi Kedaruratan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta, Danang Samsu ditemui Senin (14/3/2016) mengatakan, puluhan warga di Tegalrejo mengeluhkan sumurnya kini keruh akibat tercampur lumpur, sampah dan bahkan tinja yang terbawa air sungai saat terjadi banjir bandang kemarin.
Menyikapinya, BPBD melakukan aksi tanggap darurat dengan menggandeng Dinas Kesehatan untuk melakukan pembersihan sumur-sumur warga. Pembersihan dilakukan dengan memurnikan kembali air sumur dengan menggunakan sejumlah zat. Air sumur disedot dulu untuk menghilangkan lumpur dan air limbah. Lalu, dinetralisir dengan mencampurkan tawas atau air kaporit.
Namun demikian, kata Samsu, untuk sementara waktu masyarakat tidak dibolehkan mengkonsumsi air sumur sebelum benar-benar aman kembali.
Sementara, terkait kondisi warga pasca banjir, saat ini sudah kondusif. Warga yang sempat mengungsi sudah kembali lagi ke rumahnya masing-masing untuk membersihkan dan membenahi rumahnya masing-masing.
Banjir bandang disebabkan meluapnya Sungai Winongo yang berhulu di lereng Gunung Merapi mengakibatkan banjir di enam desa di Kabupaten Sleman, Bantul dan sejumlah pemukiman di Kota Yogyakarta. Menurut data dari BPBD DIY, banjir bandang tahun ini merupakan yang terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, banjir bandang di Sungai Winongo diakui Samsu tidak terduga. Pasalnya, biasanya banjir besar terjadi di Kali Code.