146 Penderita Dirawat, Seorang Anak Meninggal Dunia. Kabupaten Sikka KLB DBD

RABU, 24 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ebed De Rosary

MAUMERE—Jumlah kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD)  menurut data yang diterima Cendana News dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka menyebutkan, hingga tanggal 22 Februari 2016 tercatat 146 kasus. Penderita dirawat selain di RS TC Hillers, juga di dua rumah sakit lainnya yakni RS St.Gabriel Kewapante dan RS St.Elisabeth Lela serta di puskesmas yang ada di kecamatan.

Direktur BLUD RS TC Hillers Maumere,dr.Januar Sinaga

Direktur BLUD RS TC Hillers Maumere, Dr.Januar Sinaga kepada Cendana News yang menemuinya di kantornya, Rabu (24/2/2016) mengatakan,hingga tanggal 19 Februari 2016 rumah sakit milik pemerintah daerah Kabupaten Sikka yang dipimpinnya menerima 75 pasien DBD. Dari jumlah tersebut, terdapat seorang pasien anak-anak yang meninggal dunia.
“Pasien ini berasal dari Kecamatan Mego, berumur 9 tahun. Waktu tiba di rumah sakit, kondisi pasien sudah sangat parah dan sempat dirawat selama semalam namun nyawanya tidak tertolong,” ujar Sinaga.
Dari jumlah 75 pasien yang ditangani RS TC Hillers, pasien anak-anak jumlahnya empat kali lipat dibandingkan pasien dewasa. Anak-anak yang dirawat berjumlah 62 orang sementara orang dewasa hanya 13 orang.
Penyakit DBD ini sebut Sinaga berkaitan dengan lingkungan dan perilaku manusia. Untuk itu Sinaga berharap agar masyarakat membersihkan lingkungan dan menerapkan 3 M Plus secara total. Jika penerapan 3 M Plus yakni menutup, mengubur dan menguras serta melakukan upaya agar tidak digigit nyamuk seperti menggunakan obat nyamuk, pasang kassa nyamuk, pakai kelambu dan lainnya.
“Anak-anak sebelum ke sekolah sebaiknya diolesi obat anti nyamuk dan juga waktu tidur karena daya tahan tubuh anak-anak sangat lemah sehingga rentan terkena penyakit,”tuturnya.
Menurut Sinaga, banyaknya anak-anak yang terkena DBD harus disikpai serius oleh orang tua. Untuk itu pesan Sinaga, orang tua harus lebih memperhatikan kesehatan anak-anak dengan mulai membersihkan lingkungan rumah dan sekitarnya tanpa perlu menunggu instruksi dari pemerintah.
“Ini kan terkait perilkau hidup bersih,memang setiap terjadi pergantian musim selalu saja ada yang menderita demam berdarah. Percuma saja pemerintah membuat program pemberantasan penyakit inikalau perilaku masyarakat masih belum berubah,”ungkapnya.
Pasca penetapan KLB, memang Pemerintah Kabupaten Sikka mulai menggalakan kebersihan dengan mengerahkan dan memerintahkan PNS melakukan pembersihan lingkungan kantor dan beberapa tempat umum lainnya. Pengasapan yang dilakukan pun tidak pada semua daerah dan hanya pada daerah tertentu di Maumere yang banyak warganya menderita DBD.
Lihat juga...