Pendekatan Persuasif Satpol PP Terhadap PKL Lapangan Puputan

Pedagang kaki lima di Lapangan Puputan Denpasar Bali

CENDANANEWS (Denpasar) – Lapangan puputan badung memang banyak di penuhi pedagang kakilima. Dari berjualan kopi sampai dengan nasi jinggo atau di kenal di jawa dengan nasi kucing. Pagi ini menjadi hari naas bagi para pedagang karena secara tiba-tiba didatangi oleh SatpolPP pemkot Denpasar dalam operasi rutin mereka setiap pagi.
Para pedagang lari tunggang langgang menyelamatkan dagangan serta diri mereka agar tidak diangkut SatpolPP. Hal yang sangat berat bagi pedagang jika dagangannya sampai diangkut karena hanya berdagang di lapangan puputan badung sumber kehidupan mereka sehari-hari.
Ibu Kadek, pedagang kopi, rokok, dan Nasi jinggo di lapangan puputan badung yang selamat dari operasi SatpolPP mengatakan, memang begini yang dialaminya sehari-hari, namun dia harus tabah mengingat dirinya punya anak dan sudah ditinggal suami sejak beberapa tahun yang lalu.
Dari pantauan kami di lokasi kejadian ada perbedaan penanganan dari SatpolPP kepada para pedagang. Mereka tidak serta merta mengejar pedagang dengan membabi-buta, namun datang sambil berbicara di pengeras suara mobil operasional SatpolPP.
Menurut Komandan Regu SatpolPP I Wayan Sumadi, sebenarnya para pedagang merupakan warga sekitar yang memang memanfaatkan ramainya pengunjung lapangan puputan untuk mengais rejeki tambahan bagi keluarga masing-masing di rumah. Hanya saja, peraturan harus ditegakkan sesuai Perda Kota Denpasar No.3 Tahun 2000 tentang Larangan berdagang di sepanjang lingkar lapangan puputan badung.
” untuk relokasi tidak mungkin, karena para pedagang di sini hanya pedagang mobile bukan pedagang tetap yang punya lapak atau rombong, oleh sebab itu penanganan terhadap mereka juga kami usahakan persuasif, namun jika ada perlawanan serius kami juga anak tegas ,” jelas I Wayan Sumadi, di Denpasar (07/05/2015).
Pendekatan persuasif memang diperlukan, karena tidak selamanya aparat harus frontal dengan pedagang kecil, cara lebih manusiawi akan menentukan bagaimana tanggapan masyarakat terhadap kinerja aparat.
Ibu Ketut, pedagang jajanan juga bersyukur dengan penanganan SatpolPP terhadap dirinya dengan tidak mengedepankan kekerasan, namun dirinya harus tetap kembali berdagang jika petugas sudah pergi dikarenakan tuntutan hidup yang terasa semakin sulit saja belakangan ini.

————————————————-
Kamis, 7 Mei 2015
Jurnalis : Miechell Koagouw
Foto : Miechell Koagouw
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...