CENDANANEWS (Jayapura) – Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Papua hingga bulan April tahun ini menurun sebesar 0,62 persen menjadi 98,81 bila dibandingkan bulan sebelumnya, nilai tersebut sesuai dari hasil Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua.
“Penurunan NTP akibat turunnnya indeks harga diterima petani, sedangkan indeks harga dibayar petani mengalami kenaikan,” kata Kepala BPS Provinsi Papua, Didik Koesbianto saat berikan keterangan pers ke sejumlah awak media di Kota Jayapura, Senin (04/05/2015).
Dikatakan Didik, NTP Nasional pada April 2015 adalah 100,14 atau turun 1,37 persen bila dibandingkan NTP Maret sebelumnya. “Hal ini disebabkan oleh turunnya indeks diterima petani 1,07 persen ditambah dengan naiknya indeks harga dibayar petani 0,30 persen,” ujarnya.
Untuk subsektor Tanaman Pangan, menurut Didik, tercatat memiliki NTP sebesar 86,51, NTP subsektor Hortikultura sebesar 101,67, NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat adalah 107,11, NTP subsektor Peternakan sebesar 100,33 dan NTP subsektor Perikanan tercatat sebesar 104,74.
“NTP subsektor Perikanan dapat dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap dan NTP Perikanan Budidaya yang masing-masing sebesar 109,38 dan 91,71. Di wilayah perdesaan Papua terjadi inflasi sebesar 0,29 persen di bulan April tahun ini,” imbuhnya.
Menurutnya, inflasi perdesaan terjadi akibat adanya kenaikan indeks harga keenam subkelompok pengeluaran rumah tangga, dimana peningkatan tertinggi terjadi pada subkelompok transportasi dan komunikasi yang naik hingga 1,65 persen.
“Secara nasional, sebanyak 22 provinsi mengalami inflasi perdesaan dimana yang tertinggi terjadi di Sumatera Barat sebesar 0,98 persen, Sementara wilayah perdesaan lainnya mengalami deflasi dimana yang tertinggi terjadi di Sulawesi Utara sebesar 0,59 persen,” katanya.
Sedangkan untuk wilayah Sumapua, lanjut Didik, ada 6 provinsi mengalami deflasi dan 4 provinsi mengalami Inflasi, Papua menempati peringkat ketiga Sumapua dengan inflasi yang mencapai 0,29 persen.
“Dibandingkan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Maret 2015, NTUP Papua pada bulan April kemarin, turun 0,94 persen menjadi 105,34,” ujarnya.
——————————————————
Senin, 4 Mei 2015
Jurnalis : Indrayadi T. Hatta
Fotografi : Indrayadi T. Hatta
Editor : Sari Puspita Ayu
——————————————————